Senin, 21 April 2014

Pandangan ISLAM Terhadap Ramalan Bintang..

Zodiak Menurut ISLAM?



Rusulullah Shallahu alaihi wa salam bersabda: “Siapa yang mempelajari ilmu nujam berarti iatelah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmunya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan)

Hadits ini dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa ilmu nujam (yang termasuk dalam hal ini adalah ramalan bintang) merupakan bagian dari sihir. Bahkan Rasulullah Shallahu alaihi wa salam menyatakan bahwa apabila ilmu nujam-nya bertambah, maka hal ini berarti bertambah pula ilmu sihir yang dipelajari orang tersebut. Sedangkan hukum sihir itu sendiri adalah haram dan termasuk kekafiran, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengajarkan sihir), hanya syaitan-syaitan-lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (QS. Al Baqarah: 102)

Seseorang yang mempercayai ramalan bintang, secara langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa ada zat selain Allah ta’ala yang mengetahui perkara gaib. Padhal Allah ta’ala telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada yang mengetahui perkara gaib kecuali Dia. Allah ta’ala berfirman yang artinya: “Katakanlah: Tidak ada seorangpun dilangit dan dibumi yang mengetahui perkara gaib, kecuali Allah.” (QS. An Naml: 65)

Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi besok, sebagaimana firmannya yang artinya: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak dapat seorangpun yang mengetahui (dengan pasi) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34)

Klaim yang mengetahui ilmu gaib selain Allah adalah kekafiran yang mengeluarkan dari Islam.

HUKUM MEMBACA RAMALAN ZODIAK

Orang yang membaca ramalan bintang/zodiak baik itu majalah, koran, website, melihat TV bahakan mendengarkannya di radio memiliki rincian hukum seperti hukum orang mendatangi dukun, yaitu sebagai berikut:

Jika ia membac zodiak, meskipun ia tidak mendengarkan ramalan tersebut. Maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah sabda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam yang artinya: “Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 Hari.” (HR. Muslim)


Jika ia membaca zodiak kemudian membenarkan ramlan zodiak tersebut, maka ia telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah Shallahu alaihi wasalam bersabda: “Barang siapa mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur degan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasalam.” (Hadits sahih Riwayat Ahmad dan Hakim)

Senin, 14 April 2014

Sudah benarkah Ucapan AAMIIN kita....?

Sudah benarkah Ucapan AAMIIN kita....?



“AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek) artinya aman, tentram.

“AAMIN” (alif panjang dan mim pendek) artinya meminta perlindungan keamanan.

“AMIIN” (alif pendek dan mim panjang) artinya jujur terpercaya.

“AAMIIN” (alif dan mim sama-sama panjang) artinya ya Tuhan kabulkanlah do’a kami.

Bismillah.. Mungkin artikel ini tidaklah seberapa  penting bagi sebagian orang, tapi buat saya pribadi teramat sangatlah penting sekali. Banyak saya temui diantara teman-teman FB ini yang menurut saya salah dalam penulisan Aamiin. Ada yang menulis “amin”, ”amiin”, “aamin” bahkan tidak jarang juga ada yang  menulis “Amien” seperti kita ketahui Lafaz Aamiin diucapkan didalam dan diluar shalat, diluar shalat, aamiin diucapkan oleh orang yang mendengar do’a orang lain. Aamiin termasuk isim fill Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaaan. Maka para ulama jumhur mengartikaannya denggan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah). Makna inilah yang paling kuat dibandingkan makna lain-lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu dari nama asma Allah Subhanahu wata’ala. Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan mim, apabila tidak demikin akan menimbulkan arti lain. Dalam bahasa arab ada 4 perbedaan kata “Aamiin” yaitu :

1.      “AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek) artinya aman, tentram.
2.      “AAMIN” (alif panjang dan mim pendek) artinya meminta perlindungan keamanan.
3.      AMIIN” (alif pendek dan mim panjang) artinya jujur terpercaya.
4.      “AAMIIN” (alif dan mim sama-sama panjang) artinya ya Tuhan kabulkanlah do’a kami.

Terus bagaimana dengan pengucapan/penulisan “Amien”?? sebisa mungkin untuk yang satu ini (amien) dihindari, karena pengucapan yang lazim dilafazkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do’a ini sesungguhnya berasal dari nama seseorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang barat menyebutnta Amun-Ra) marilah kita biasakan mengunakan kaidah bahasa yang benar dan jangan pernah menyepelekan hal yang sebenarnya besar dianggap kecil. Sekilas penjelasan yang singkat ini mudah-mudahan bermanfaat.

Riwayat hadits dari Anas bin Malik, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : “Perhatikan ketika

Nabi Musa a.s bermunajat kepada Allah swt. Lalu Allah swt berfirman “Hai Musa, kelak aku akan berikan keumat Muhammad saw 4 Huruf:

1.      Huruf Pertama dari kitab Taurat,
2.      Huruf Kedua dari kitab Zabur,
3.      Huruf Ketiga dari kitab Injil,
4.      Huruf Keempat dari kitab Al-Qur’an.

Lalu Musa bertanya : “Ya Tuhanku, Huruf apakah yang 4 macam itu?” dan Allah swt menjawab:

Ke empat macam huruf itu adalah Alif, Mim, Ya dan Nun. Yang disingkat menjadi “Aamiin”. Maka barang siapa mengucapkan “Aamiin” seperti membaca 4 buah kitab-kitab yang disebutkan diatas, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an.

1.      Maka dikatakannya huruf alif tertulis di Tiang Arsy ALLAH
2.      Huruf tertulis di Tiang Kursi, yaitu huruf Mim.
3.      Huruf yang tertulis di Lauhil Mahfuzh.
4.      Huruf Nun tertulis dibatang QALAM.

Maka barang siapa mengucapkan AaMiiN, maka dengan Izin Allah dan dengan kukuasaan-Nya keempat macam Makhluk itu bergerakdan secara otomatis meminta Ampun ke Hadirat ALLAH Yang Maha Kuasa untuk orang yang mengucapkan AaMiiN itu.

Kemudian ALLAH swt berfirman : “Saksikanlah oleh kamu sekalian pada saat ini Aku telah benar-benar mengampuni Dosa hambaku, karena sifat ku Yang Maha Pengampun.

Teman-teman semuanya ini sebagai bahan Renungan juga bahan saya untuk mengajari tapi tidak ada salahnya saya membagi Ilmu yang saya dapatkan dari belajar. Kita harus berhati-hati dalam mengucapkan dan menulis “AaMiiN” karena kalu salah mengucapkan dan menulisnya secara otomatis akan berubah maknanya dan artinya.

Adapun cara yang paling baik dalam mengucapkan ialah suara “A” harus dibaca panjang dan “Mim”pun harus dibaca panjang, misalnya “AaMiiN”.

1.      Jika dibaca “AaMiN” artinya : berimanlah (A-nya dipanjangkan dan Min-nya dipendekkan)
2.      Jika dibaca “AmiiN” artinya : orang yang dipercaya (A-nya dibaca pendek dan Min-nya dibaca panjang)
3.      Jika dibaca “AaMiiN” artinya : Terimalah Permohonanku ( A-nya panjang, Min-nya panjang)

Maka jika anda mengucapkan dan menulis “Amiin” seperti point kedua, maka artinya bukan mohon do’a supaya diterima, tapi anda malah bilang, “Percaya, percaya”. Apalagi kalau ada tulisan AAAAMMMMMIIIIIIIIINNNN itu ada artinya sendiri, apa artinya saya juga tidak mengetahui artinya.

Dalam bahasa Arab, Kalimah Aamiin termasuk Isim Fill Amr yang Isim mengandung pekerjaan. Para Ulama Jumhur mengartikannya dengan “Allahummas istajib” (Ya Allah ijabahlah) maka inilah makna yang paling kuat dibandingkan makna lainnya. Seperti ucapan ‘Aamiin adalah salah satu dari nama asma Allah.

Maka “Aamiin” dengan memanjangkan ‘A’ (alif) dan memanjangkan ‘mim’. Apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain.!!

Itulah gunannya bisa berbahasa arab yang benar karena kitab suci Al-Qur’an berbahasa arab, semoga bermanfaat buat saudara-saudara semua kalau ada salah saya minta maaf salam Ukhuwah Fillah....

Semoga tulisan yang sederhana ini membawa banyak manfaat bagi yang membacanya. Segala kesalahan dari saya pribadi, untuk itu saya mengucapkan mohon maaf. Dan kebenaran itu mutlak milik Allah Azza Wa Jalla... Wallahu Musta’an


Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

Kamis, 10 April 2014

Cara Memakai Jilbab yang benar menurut ISLAM



Cara Memakai Jilbab yang benar menurut ISLAM




                Cara memakai Jilbab dengan benar. Jilbab biasanya hanya diidentikkan dengan penutup kepala saja, padahal aurat wanita tidak boleh nampak dimuka publik hanyalah telapak tangan dan muka saja (Hadis). Jadi Jilbab itu bukan hanya sebatas kerudung yang menutup bagian kepala dan rambut saja. Dan yang pasti jilbab itu menjadi identitas seorang Muslimah. Dimana dengan menerapkan cara memakai Jilbab dengan benar maka dia akan mudah dikenali keMuslimahannya dan tidak akan diganggu.

                Bagaimana cara memakai Jilbab yang benar? Menurut keterangan diatas yang hanya memperbolehkan telapak tangan dan muka saja yang tampak di muka publik maka Jilbab yang baik adalah Jilbab yang sesuai dengan keterangan diatas (Sesuai tuntunan Islam), bukan hanya memakainya sesuai mode dan trend yang berlaku dimasyarakat. Lha terus apa syarat-syarat memakai Jilbab yang baik? Nah, ini dia 5 cara memakai Jilbab yang benar : Menutupi aurat Jilbab lebih dan menutup aurat Jilbab longar Tidak menampakan bentuk tubuh Tidak tembus pandang Tidak memakai rias/maka up tebal Jilbab yang diwajibkan dipakai untuk muslimah itu sendiri bukanlah jenis Jilbab atau kerudung gaul seperti fenomena sekarang yang kita lihat sekarang-sekarang ini. Kerudung yang digunakan haruslah syar’i dan sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya, baik itu dalam Al-qur’an ataupun Hadits. Itulah cara memakai Jilbab yang benar dengan mengikuti tuntunan Islam. Tidak masalah dengan itu, tapi hal itu harus segera diluruskan niatnya dan cara memakai Jilbab harus segera dibenarkan menurut syari’at Islam. Cara memakai Jilbab Cara Memakai Jilbab Menurut Tuntunan Islam Apa hukumnya mengenakan Jilbab? Hukumya adalah wajib! Sesuai dengan ayat : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “ Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannnya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakan perhiasannnya kecuali  kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, ataupun putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atua saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. . . .”(An-Nur:31). Dan juga ayat ini:  artinya “Hendalkah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.”Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Ahzab:59). Nah, itu tadi adalah hal yang harus diperhatikan tentang cara memakai Jilbab dengan benar, semoga bermanfaat.

Minggu, 06 April 2014

Pemimpin menurut Al-Qur'qn



Kepemimpinan Menurut Al-Qur’an




Pemimpin yang berilmu tetapi tidak kuat maka semua kebijakannya sulit diterapkan. Sebaliknya, pemimpin yang kuat tetapi tidak berilmu maka setiap kebijakannya tidak akan menyentuh rakyat banyak.

Nabi mereka berkata: “Sesungguhnya Allah telah mengangat Thalut sebagai Rajamu.” Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memperintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak?.” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugrahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah ayat 247)

Kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan hukum Allah. Oleh karena itu, pemimpin haruslah orang yang paling tahu hukum ilahi. Terlebih dalam Al-Qur’an kadang menyebut pemimpin sebagai “Malik” yang bentuk jamaknya adalah “Muluk”. Kata ini diartikan kedalam bahasa Indonesia sebagai Pemimpin, Penguasa atau Raja. Dari akar kata ini juga diambil kata “al-milk” (Kepemilikan), “al-mulk” (Kerajaan) dan lain-lain.

Sebenarnya, setiap manusia adalah pemimpin, minimal pemimpin terhadap seluruh metafisik dirinya. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas segala kepemimpinannya. Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW, yang maknanya sebagai berikut : “Ingatlah, setiap kamu adalah pemimpin dan akan dimitai pertanggung jawaban tentang kepemimpinnya, seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan ia akan dimitai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Ingatlah! Bahwa kalian adalah sebagian pemimpin dan akan dimitai pertanggung jawabannya.” (Al-Hadits).

Kembali lagi ke surat Al-Baqarah 247 (ayat yang menjadi pokok bahasan dalam tulisan ini) menyebutkan bahwa Tahlut diangkat tuhan menjadi “Malik” (Pemimpin). Di dalam ayat ini terdapat dua alasan yang dikemukakan oleh Tuhan ketika Tahlud diangkat sebagai raja (Pemimpin). 

Pertama, Thalul sudah dianugerahi ilmu yang luas. Adapun ilmu yang dimiliki oleh Thalul, menurut Abu al-‘Aql, adalah ilmu yang berkenaan dengan tata negara. Selain ahli dalam ilmu tata negara, Thalul juga paling mengerti tentang segala kemaslahatan untuk rakyatnya, demikian disebutkan al-Baydhawi dalam tafsirnya Anwar al-Tanzil.

Kedua, Thalul dianugerahi tubuh yang perkasa. Menurut Ibn ‘Adil di dalam tafsirnya al-Lubab bahwa yang dimaksud dengan tubuh yang perkasa yaitu kekuatan. Berdasarkan komentar Wahbah al-Zuhayli dalam tafsirnta al-Wasith, kekuatan fisik Tahlul ini adalah sebagian bekal baginya melawan musuh didalam peperangan.

Kekuatan ilmu dan kekuatan fisik yang terdapat pada Tahlul ini patut dijadikan sebagai untuk memilih pemimpin yang ideal. Pemimpin harus berilmu luas supaya mudah memakmurkan rakyatnya dan juga harus kuat supaya dapat memberantas tindakan-tindakan yang dapat menghancurkan bangsa. Ilmu dan kekuatan harus berjalan secara sinergik dan bukan menunjukan prioritas.

Pemimpin yang bodoh akan mudah dipengaruhi olehorang-orang yang mempunyai kepentingan sehingga tidak dapat membuat kebijakan-kebijakan yang signifikan untuk kepentingan rakyat. Demikian pemimpin yang lemah baik fisik maupun mental akan mudah dirong-rong oleh orang yang jahat.

Selain itu ada empat sifat yang menjadikan kepemimpinannya hebat yaitu:
1.      Siddiq (Jujur) sehingga ia dapat dipercaya.
2.      Tabligh (Penyampai) atau kemampuan berkomunikasi atau bernegosiasi.
3.      Amanah (Bertanggung Jawab) dalam menjalankan tugasnya
4.      Fathanah (Cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.

Nah, kepada para pemimpin, mulai dari skala yang lebih kecil, sampai pada tingkat mondial, kami hanya ingin mengingatkan, semoga tulisan ini bisa dipahami, dijadikan nasihat dan sekaligus dapat dilaksanakan dengan baik. InsyaAllah. Amin! Itu saja dan Syukron...

Jumat, 04 April 2014

Latihan Kultum 4 April 2014

Dalam sebuah organisasi sekolah khususnya Rohis berbicara adalah hal yang perlu dalam berdakhwah. tidak terkecuali dengan Rohis Sma Negeri kerjo. Dari itulah maka Rohis Sma Negeri kerjo melakukan latihan Kultum agar mengembangkan anggota Rohis dalam Public Speaking, latihan yang menambah kemampuan bicara anak Rohis walau dirasa masih kurang tapi ini adalah awal perjuangan Dakhwah.. dan inilah teks latihan kultum Rohis Sma Negeri Kerjo pada 4 April 2014. Siapa Kita Rohis.




HAKEKAT KEMULYAAN

Assalamu’alaikum W.R.W.B
Innal hamda liLLAH, nahmaduHU wa nasta’inuHU wanastaghfirunHU, Wa na’udzubiLLAHi min syuri anfusina wamin sayyi’ati a’malina, man yahdihiLLAH fala mudhillah, wa man yudhlil hu fala hadiyalah, ALLAHummua shalli’ala Muhammad wa’ala’alihi wa dzurriyatih kana shallayta’ala’ali Ibrahim innaka hamidun majid.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah S.W.T., karena Dia telah memberikan ni’mat kepada kita, sehingga kita bisa hadir ditempat yang kita cintai ini....
Kemudian sholawat dan salam kita tunjukan kepada nabi Muhammad S.A.W. karena beliau telah membawa kita dari alam jahiliyah menuju alam islamiyah seperti yang kita rasakan pada saat ini....
Adapun judul kultum kita pada kesempatan kali ini: HAKEKAT KEMULIAAN
Banyak sekali orang yang mencari kemuliaan dunia, tapi melupakan kemuliaan akhirat. Banyak orang yang mencari kemuliaan dengan harta, tetapi harta tidak bisa membuat orang menjadi mulia untuk selama-lamanya.... tetapi HAKEKAT KEMULYAAn itu ialah: Keimanan, Ketaqwaan dan Ilmu Pengetahuan. Kalaulsh tiga hal ini telah ada pada diri kita, maka kita akan menjadi orang yang mulya, mulya didunia dan mulya diakhirat.
Yang pertama yaitu: Keimanan.
Iman artinya percaya, tetapi iman ini tidaklah cukup dengan percaya atau yakin saja, tetapi harus kita sesuaikan dengan perilaku kita sehari-hari.
Rasulullah S.A.W. bersabda: “Iman kepada Allah ialah diucapkan dengan lisan, diyakini didalam hati, dan diamalkan dengan anggota badan.”
Itu yang pertama Keimanan.
Kemudian yang kedua, yang dapat membuat seseorang itu mulya ialah Ketaqwaan. Taqwa adalah menjalankan  perintah Allah, dan menjauhi segala larangan-Nya. Kalau kita sudah menjadi orang yang berwaqwa, maka kita akan menjadi orang yang mulia didunia dan akhirat....
Allah S.W.T. berfirman: “Sungguh yang paling mulya diantara kamu ialah orang yang paling bertaqwa.”
Kemudian yang terakhir adalah ilmu pengetahuan.
Rasulullah bersabda: “Bagi siapa yang ingin bahagia didunia harus dengan ilmu, ingin bahagia diakhirat harus dengan ilmu, dan ingin bahagia kedua-duanya harus juga dengan ilmu.”
Maka untuk itu saudara-saudara, mari kita tingkatkan Keimanan, Ketaqaan, dan Ilmu Pengetahuan kita, mudah-mudahan kita menjadi orang yang bahagia dan orang yang mulya, baik didunia, maupun diakhirat anati. Amin....
Wassalamu’alaykum W.R.W.B.
Materi Rohis, Jum’at 4 April 2014 (Latihan Kultum)

Sedikit Foto kegiatan Latihan Kultum tanggal 4 April 2014.. :) tetap semanagat..