Kamis, 06 Maret 2014

Sehat dengan Air Putih



Sehat Dengan Air Putih ala Rasullulah SAW



                Untuk sehat sejatinya tidak sulit. Seluruh ciptaan Allah yang diperunkukkan bagi manusia hakikatnya baik. Sebut saja misalnya, air putih atau air mineral yang bisa dikonsumsi setia hari. Secara Medis terbukti ampuh menjaga stabilitas kesehatan tubuh. Sayangnya, sekalipun air putih tergolong mudah didapatkan dan mengandung zat penting yang dibutuhkan tubuh, kesadaran dan kemauan manusia mudern untuk minum air putih sesuai anjuran Medis masih juga belum menggembirakan.
            Padahal hampir semua orang tahu san mengerti manfaat air putih. Namun dalam praktiknya masih tidak sedikit diantara kita yang abai dalam memanfaatkannya secara optimal. Jadi tidak keliru ungkapan Fritjof Capra yang keheranan melihat perilaku manusia modern. Canggih teknologinya namun rendah kesadaran terhadap kesehatan tubuh.

Minum Untuk Kesehatan Tubuh
            Umumnya air putih masih digunakan sebatas sebagai pelepas dahaga. Jadi kala terasa haus baru mencari air putih, sehingga manfaat air putih belum dapat dirasakan secara optimal. Padahal selain melepas dahaga air putih juga bisa memelihara dan menstabilkan kesehatan tubuh, sekaligus mengobati merbagai macam penyakit.
            Penyakit karena ketidak sempurnaan metabolisme misalnya, bisa diterapi dengan lebih banyak minum air putih. Seperti kita pahami bahwa metabolisme berperan besar dalam memelihara kesehatan tubuh. Oleh karena itu, kita harus senantiasa meninggkatkan kualitas dan kelancaran metabolisme.
            Melalui metabolisme zat makana diolah secara maksimal, sehinga makanan yang dikonsumsi benar-benar memberikan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Sekalipun pada usia 40 tahun keatas metabolisme manusia bisa melambat, namun masih ada alternative agar tubuh dapat bisa meniggkatkan metabolisme dengan lebih baik. Satu diantaranya dengan lebih banyak minim air putih.
            Tubuh membutuhkan air untuk proses pembakaran kalori. Jika tidak tubuh akan mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Jika dibiarkan maka akan memici pelambatan sistem kerja metabolisme. Oleh karena itu perbanyaklah minum air putih.
            Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang dewasa yang minum delapan gelas air atau lebih dalam sehari, mampu membakar kalori lebih banyak dari pada mereka yang minum empat gelas saja. Jadi cobalah minum air putih sebagai kebutuhan, meski sedang tidak haus. Dalam kondisi normal tubuh kita memerlukan antara dua hingga tiga liter air perharinya.
            Selai itu minum air putih secara teratur dan benar juga akan memurnikan tubuh manusia. Sebab dengan cara demikian usus besar dapat bekerja dengan lebih efektif untuk membentuk darah baru atau aematopaises.
            Air putih juga bisa memperlancar sistem pencernaan, memperlambat tumbuhnya zat-zat pemicu kanker, termasukperawatan kecantikan. Bila kurang minum air putih tubuh akan menjadi kering dan berkerur. Dengan banyak minum air dapat menjaga kelembaban kulit sekaligus menyehatkannya.
            Bahkan minum air putih secara benar dapat menigkatkan produksi hormone testosterone yang berguna bagi kesuburan laki-laki dan menigkatkan hormone estrogen pada wanita.
            Kemudian jika ada yang ingin menguruskan badan juga tidak perlu terlalu repot. Cukup dengan minum air putih hangat. Lakukan sebelum makan (sampai agak tersa kenyang), sehingga mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi. Hal ini sangat efektif sebab air tidak mengandung kalori, gula ataupun lemak.
            Manfaat dan potensi dahsyat air putih telah disebutkan dalam Al-Qur’an. Disebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Tanpa air akan terhentilah sistem kehidupan dunia.
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan dari air kamiciptakan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?.” (QS. 21:30)
            Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian hendak makan , hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)
            Manusia boleh tidak makan tapi jangan tidak minum. Sebab akan berujung pada kematian. Orang bisa bertahan hidup sampai 30 tanpa makan, tetapi bisa meniggal gara-gara tidak minum selama berhari-hari.
            Air begitu penting dan tubuh amat bergantung padanya selama proses biologis berlangsung. Itulah mengapa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar tetap bangaun sahur dan tetap bersegera berbuka walau hanya dengan minum air putih saja.
            Meski meminum adalah hal kecil, Islam berbeda dengan umat lain. Islam memiliki adab dan tata cara yang tidak dimiliki agama lain.
            Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah dia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR. Ahmad no 8135)

Adab Lain Islam Terhadap Minum Adalah Tidak Meniupnya.
            Dari Ibnu Abas, “Sesungguhnya Nabi SAW malarang untuk bernafas atau meniup wadah air.” (HR. Turmudzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, hadist ini disahikan oleh Al-Albani)
            Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan, “Ketika Rasulullah SAW minum beliau mengambil nafas diluar wadah air minum sebanyak tiga kali.” Dan beliau bersabda, “Hal itu lebih segar, selih enak dan lebih nikmat.” Anas mengatakan “Oleh karena itu ketika aku minum, aku bernafas tiga kali.” (HR. Bukhari no. 45631 dan Muslim no. 2018)
            Dengan demikian mari biasakan minum air putih dan meminum cara Nabi agar tubuh kita tetap sehat dan terhindar dari beragam penyakit, dan innsyaAllah lebih barakah. Wallahu a’lam bish showab.

Senin, 03 Maret 2014

10 RISALAH PEMUDA ISLAM




10 RISALAH PEMUDA ISLAM




Tak dapat disangkal lagi bahwa eksistensi pemuda Islam dalam kehidupan amat penting, karena merekalah yang memiliki potensi untuk mewarnai perjalanan sejarah umat manusia pada umumnya. Semua ideologi yang berorientasi pada strategi revolusi, menggangap pemuda sebagai tenaga paling revolusioner karena secara psikologis manusia mencapai puncak hamasah (gelora semangat) dan quwwatul jasad (kekuatan fisik) pada usia muda. Hal tersebut menumbuhkan semangat pergerakan, perubahan, bukan stagnasi ataupun status quo. Dalam setiap kurun waktu, kemarin, kini dan esok, pemuda senantiasa berdiri digaris terdepan. Baik sebagai pembela kebenaran yang gigih ataupun sebagai pembela kebatilan canggih.
Di dalam Al-Qur’an peran pemuda diungkapkan dalam kisah Ashabul Kahfi (18:19-22), kisahpemuda Ibrahim (21:60,69 dan 2:258) dan pemuda dibunuh oleh Ashabul uhdud (liht tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Buruuj) dan Assabiqunal Awwalun pada umumnya berusia muda.
Pentingnya memanfaatkan masa muda digambarkan dengan hadist Rasulullah SAW sebagaiberikut : “Manffatkanlah yang lima sebelum datang yang lima: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmul, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa hidupmu sebelum datang masa matimu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.” (HR. Al-Baihaqi)
Bagaimana potensi pemuda itu bisa dikembangkan dalam bingkai Islam? Setidaknya mereka dituntut melaksanakan sepuluh risalahnya:

1.      Memahami Islam
Mustahil pemuda dapat memuliakan Islam kalau mereka sendiri tidak memeahami Islam (35:28, 58:11).
“Siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat kebaikan maka dipandaikan dalam agama.” (HR. Bukhari-Muslim)
“Dunia ini terkutuk dan segala isinya terkutuk dzikrullah dan yang serupa itu dan orang alim dan penuntut ilmu.” (HR. At-Tirmizi)

2.      Mengimani segenap ajaran Islam
Iman kepada Allah dan Rasul-Nya pada hakikatnya merupakan sebuah sikap mental patuh dan tunduk (23:51). Tunduk patuh berdasarkan cinta kepada-Nya (2:165) dan ittiba’ (mengikuti) Rasul-Nya (3:31, 53-3-4).

3.      Mengamalkan dan mendakwahkan Islam
Ciri orang yang tidak mengalami kerugian (khusrin) dalam hidup adalah senantiasa mengamalkan dan mendakwahkan Islam (103:1-3, 41:33, 3:110, 9:71, 5:78-79).
“Barangsiapa menyeru kepada kebaikan maka ia akan memperoleh pahala sepadan dengan orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

4.      Berihad di jalan Islam
Jihad adalah suatu hal yang diwajibkan Allah kepada kaum muslimin. Said Hawa membagi jihat menjadi lima macam:
·         Jihad lisaani, menyampaikan dakwah Islam kepada orang-orang kafir, munafik dan fasiq yang disertai dengan hujjah (argumentasi) yang dicontohkan oleh Nabi SAW (5:62).
·         Jihad maali atau jihad dengan harta (49:1; 9:111). Jihat dengan harta merupakan bagian vital bagi jihat yang lainnya, karana dakwah memerlukan sarana dan prasarana.
·         Jihat bilyad wan nafs atau jihat denngan tangan/ kekuasaan dan jiwa 922:39, 2:190, 8:39, 9:36). Termasuk dalam jihat ini adalah menentang orang kafir, usaha mempertahankan diri terhadap serangan mereka, berusaha mengusir mereka dari bumi Islam, memerangi kaum murtad dalam negeri Islam, melawan pemberontak atau pembangkang atas negera Islam.
·         Jihat slyaasi atau jihat politik.
·         Jihat tarbawi/ta’limi, yakni bersugguh-sungguh mengajarkan, menyampaikan ilmu dan mendidik orang-orang yang ingin memeahami Islam 93:79).

5.      Sabar dan istiqomah di atas jalan Islam (21:83-85, 38:41-44, 37:100-107, 21:68-69, 71:5-9).
Keimanan harus dijalankan dengan kesabaran dengan Istiqomah. “Keyakinan dalam iman haruslah secara bulat dan kesabaran itu setengah dari iman.” (HR. Abu Nu’aim).

6.      Mempersaudarakan manusia dengan ikatan Islam
Pemuda seharusnya berperan dalam menjalin ukhuwah Islamiyah sesama muslim (8:63, 59:9). “Setiap mukmin yang satu bagian mukmin lainnya bagian suatu bangunan, antara satu dengan yanng lain saling mengokohkan.” (HR-Hadists).

7.      Mengerakkan dan mengerahkan potensi umat Islam
Potensi umat Islam perlu diarahkan ke dalam amal jama’i secara efektif dan efisien (3:146).

8.      Optimis terhadap masa depan Islam
Pemuda Islam tidak boleh memiliki jiwa pesimis. Sebaliknya harus optimis akan hasil perjuangan dan pertolongan serta balasan dari Allah SWT. Hanya orang kafirlah yang memiliki sifat pesimis (11:87, 15:56).

9.      Introspeksi diri (muhasabah) terhadap aktifitas yang telah dilakukan
Introspeksi dan evaluasi dimaksudkan agar pemuda tidak mengulang kesalahan yang sama dihari mendatang, tidak terjebak dengan permasalahan yang sama dan mampu memperbaiki diri kearah yang lebih baik (13:11)
“Seorang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersikap dengan amal sebagai bekal untuk mati.” (HR. At-Tirmizi).

10.  Ikhlas dalam segenap pengabdian di jalan Islam
Memurnikan niat karena Allah dalam ibada dan jihat merupakan masalah fundamental agar amal itu diterima sekaligus sukses.
“Sesungguhnya Allah menolong umat ini hanya karena orang-orang yang lemah diantara mereka yaitu dengan dakwah, shalat dan ikhlas mereka.” (HR. An-Nasai dari Sa’ad bin Abi Waqash)

Jumat, 28 Februari 2014

AL IKHA'



AL IKHA’ (PERSAUDARAAN)




Di antara nilai sosial kemanusiaan yang ditekankan oleh Islam adalah persaudaraan (Ukhuwah). Bahwa hendaknya manusia hidup di masyarakat itu saling mencintai dan saling menolong dan diikat oleh perasaan layaknya anak-anak dalam satu keluarga. Mereka saling mencinati, saling memperkuat, sehingga benar-benar terasa bahwa kekuatan saudara adalah kekuatannya, dan kelemahan saudaranya dalah kelemahannya. Dan sesungguhnya ia akan merasa kecil (tidak berarti) jika sendiri dan akan banyak (bernilai) manakalah bersama saudara-saudaranya.
Karena urgennya permasalahan ini dalam pembinanaan masyarakat Islam maka kami akan menjelaskan hal tersebut secara rinci. Seperti kitab, “Al Islam Wal Audha’ Al Iqtishadiyah” “Al Islam Wal Manahijil Isytirakiyah” dan “Al Islam Al Muftara ‘alaihi” semua karya Syaikh Muhammad Al Ghazali dan lain-lain.
Al Qur’an telah menjadikan bahwa hidup bersaudar itu suatu kenikmatan yang terbesar. Allah SWT berfirman: “Dan ingatlah akan kenikmatan Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah m,empersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara.” (Ali Imran: 103)
Al Qur’an juga menjadikan persaudaraan  dalam bermasyarakat diantara orang-orang mukmin sebagai kosenkuensi yang tidak dapat terpisah satu sama lain di antara keduanya. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara...” (Al Hujurat: 10)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
“.... Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan hanya mempersatukan hati merka (oarang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al anfal: 62-63)
Rasulullah SAW besabda: “Seorang Muslim adalah saudara bagi muslim lainya, ia tidak menganiayanya, dan tidak menyerahkannya (kepada musuh).... janganlah saling menghasud,  janganlah saling bermusuhan, janganlah saling bertengkar...., dan jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara.”
Telah kami jelaskan sebelumnya  tentang sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Iman Ahmad dari haditsnya Zaid bin Arqam, bahwa Rasulullah SAW berdo’a pada setiap selesai shalat sebagai berikut:
“Ya Allah ya Tuhan kami, dan Tuhan segala sesuatu serta pemiliknya, saya bersaksi bahwa Engkaulah Allah yang Esa, dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Ya Allah Tuhan kami dan tuhan segala sesuatu serta pemiliknya, sesungguhnya aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu. Ya Allah ya Tuhan kami, tuhan segala sesuatu dan pemiliknya kami bersaksi bahwa sesungguhnya seluruh hamba(Mu) adalah bersaudara.”
Dalam do’a tersebut, pengakuan prinsip ukhuwah (bersaudara) diletakkan setelah bersayahadah kepada Allah dengan menegaskan Dia dan bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah sebagai hamba dan rasul-Nya. Dalam ungkapan “Seluruh hamba (Mu) adalah saudar” ada dua makna yang keduannya sama-sama benar, yaitu:
Pertama, sesungguhnya para hamba dimaksud di sini adalah seluruh manusia, mereka adalah bersaudara antara yang satau dengan yang lainnya, dengan alasan bahwa mereka semua putera Adam dan hamba Allah. Ini adalah ukhuwwah Insaniyah ‘Ammah (persaudaraan antara manusia secara umum)
Allah SWT telah menyiasati sejumlah Rasul dalam Al Qur’an bahwa mereka itu adalah bersaudara bagi kaumnya, meskipun mereka kufur terhadap risalahnya. Karena adanya sisi persamaaan dengan mereka di dalam jenis dan asal mula,sebagimana firman Allah SWT:
“Dan kami telah mengutus kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud.” (Al A’raf: 65)
“Dan (kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, shalih.” (Al A’raf: 73)
“Dan (kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib.” (Al A’raf: 85)
Kedua, bahwa sesungguhnya yang dimaksud hamba disini adalah khusus kaum Muslimin, karena kesamaan mereka dalam satu millah (agama). Mereka bersatu dalam satu aqidah yaitu mentauhidkan Allah, dan kiblat yang satu yaitu Ka’bah di Baitul Haram. Mereka mereka diikat oleh kitab yang satu yaitu Al Qur’an dan Rasul yang satu yaitu Muhammad SAW oleh Manhaj yaitu Syari’at Islam.
Inilah yang disebut Ukhuwwah Diniyah (Islamiyah) yang khusus yang tidak bertentangan dengan yang pertama. Karena tidak saling menafikan antara yang khusus dan yang umum. Hanya saja Ukhuwwah diniyah ini memiliki hak-hak yang lebih banyak, sesuai dengan ikatan aqidah dan syari’ah serta pemikiran dan tingkah laku.