Sabtu, 22 Maret 2014

Keutamaan sholat Tahajud



Keutamaan Shalat Thajud

 
Shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah mengerjakan shalat Isya sampai terbitnya fajar dan sesudah bangun dari tidur, meskipun itu hanya sebentar.

Shalat Tahajud termasuk  shalat sunnah mu’akad (salat yang sangan dianjurkan) dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Dikerjakan setiap dua rakaat.

Dapat dilakukan kapanpun pada malam hari namun waktu yang palaing utama untuk melakukannya adalah pada sepertiga akhir malam. Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu.
“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji.” (QS. 17 Al-Isra :79)

            Shalat khususnya tahajud ternyata tidak hanya membuat pelakunya mendapatkan tempat istimewa dihadapan Sang Pencipta Alama ini, melainkan juga menigkatkan kekebalan tubuh dan mengusir penyakit. Semua apa yang telah dijelskan didalam Al-Qur’an untuk kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari yang mana pada saat ini kita anggap sebagai tanggung jawab, atau kewajiban,memiliki pengaruh positif terutama terhadap hidup kita sendiri. Kepatuhan-kepatuhan kita terhadap ritual keagamaan seperti salat serta bentuk ritual lainnya memiliki pengaruh bagi sistem kekebalan tubuh kita. Serta ganguan dari penyakit baik yang menyerang diri kita secara langsung maupun tidak langsung. Terdapat seribu satu hikmah setiap apa yang telah diisyaratkan untuk dilaksanakan.

Diantara manfaat dan atau keistimewaan shalat tahajud adalah shalat tahajut merupakan kehormatan bagi seorang muslim, sebab :


1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga 

Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

2. Amal yang menolong di akhirat …

Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)

Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.

3. Pembersih penyakit hati dan jasmani …

Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)

4. Sarana meraih kemuliaan …

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)

5. Jalan mendapatkan rahmat Allah …

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)

6. Sarana Pengabulan permohonan …

Allah Subhanhu Wa Ta'ala berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw Bersabda,

“Dari Jabir berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)

7. Penghapus dosa dan kesalahan …
Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)

8. Jalan mendapat tempat yang terpuji …

Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman,

“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)

9. Pelepas ikatan setan …

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”

10. Waktu utama untuk berdoa …

Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)

11. Meraih kesehatan jasmani …

“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh.” (HR. At-Tarmidzi)

12. Penjaga kesehatan rohani …

Allah Subhanhu Wa Ta'ala menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Allah Subhanhu Wa Ta'ala Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)

Manfaat dari sholat tahajud lainnya adalah wajah seseorang yang senang melakukan shalat tahajud akan memancarkan cahaya keimanan, akan dipelihara Allah dari segala macam marabahaya, setiap perkataannya mengandung arti dan dituruti oleh orang lain.
      Akan mendapatkan perhatian dan kecintaan dari orang-orang yang mengenalinya, dimudahkan hisabnya berjalan diatas shirat bagaikan kilat.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

“Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajutlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji.” (QS. 17 Al-Isra :79)

            Ada kata kunci yang menarik yang dicermati dalam firman Allah SWT yang berupa perintah diatas, yang mana kata itu memiliki hubungan sebab akibat yang sangat jelas yaitu sembahyang tahajud. Oleh karena itu bagi mereka yang mendambakan tempat yang terpuji, tempat yang mulia baik disisi Allah ataupun dimata manusia maka satu kunci rahasianya.

Hadits terkait salat tahajud :

“Perintah Allah turun kelangit dunia di waktu tinggal sepertiga akhir dari waktu malam, lalu berseru : Adakah ada orang-orang yang memohon (berdo’a), pasti akanku kabulkan, adakah orang-orang yang meminta, pasti akan ku beri dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan kuampuni baginya. Sampai tiba waktu Shubuh.” (Al-Hadits)

Kamis, 06 Maret 2014

Sehat dengan Air Putih



Sehat Dengan Air Putih ala Rasullulah SAW



                Untuk sehat sejatinya tidak sulit. Seluruh ciptaan Allah yang diperunkukkan bagi manusia hakikatnya baik. Sebut saja misalnya, air putih atau air mineral yang bisa dikonsumsi setia hari. Secara Medis terbukti ampuh menjaga stabilitas kesehatan tubuh. Sayangnya, sekalipun air putih tergolong mudah didapatkan dan mengandung zat penting yang dibutuhkan tubuh, kesadaran dan kemauan manusia mudern untuk minum air putih sesuai anjuran Medis masih juga belum menggembirakan.
            Padahal hampir semua orang tahu san mengerti manfaat air putih. Namun dalam praktiknya masih tidak sedikit diantara kita yang abai dalam memanfaatkannya secara optimal. Jadi tidak keliru ungkapan Fritjof Capra yang keheranan melihat perilaku manusia modern. Canggih teknologinya namun rendah kesadaran terhadap kesehatan tubuh.

Minum Untuk Kesehatan Tubuh
            Umumnya air putih masih digunakan sebatas sebagai pelepas dahaga. Jadi kala terasa haus baru mencari air putih, sehingga manfaat air putih belum dapat dirasakan secara optimal. Padahal selain melepas dahaga air putih juga bisa memelihara dan menstabilkan kesehatan tubuh, sekaligus mengobati merbagai macam penyakit.
            Penyakit karena ketidak sempurnaan metabolisme misalnya, bisa diterapi dengan lebih banyak minum air putih. Seperti kita pahami bahwa metabolisme berperan besar dalam memelihara kesehatan tubuh. Oleh karena itu, kita harus senantiasa meninggkatkan kualitas dan kelancaran metabolisme.
            Melalui metabolisme zat makana diolah secara maksimal, sehinga makanan yang dikonsumsi benar-benar memberikan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Sekalipun pada usia 40 tahun keatas metabolisme manusia bisa melambat, namun masih ada alternative agar tubuh dapat bisa meniggkatkan metabolisme dengan lebih baik. Satu diantaranya dengan lebih banyak minim air putih.
            Tubuh membutuhkan air untuk proses pembakaran kalori. Jika tidak tubuh akan mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Jika dibiarkan maka akan memici pelambatan sistem kerja metabolisme. Oleh karena itu perbanyaklah minum air putih.
            Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang dewasa yang minum delapan gelas air atau lebih dalam sehari, mampu membakar kalori lebih banyak dari pada mereka yang minum empat gelas saja. Jadi cobalah minum air putih sebagai kebutuhan, meski sedang tidak haus. Dalam kondisi normal tubuh kita memerlukan antara dua hingga tiga liter air perharinya.
            Selai itu minum air putih secara teratur dan benar juga akan memurnikan tubuh manusia. Sebab dengan cara demikian usus besar dapat bekerja dengan lebih efektif untuk membentuk darah baru atau aematopaises.
            Air putih juga bisa memperlancar sistem pencernaan, memperlambat tumbuhnya zat-zat pemicu kanker, termasukperawatan kecantikan. Bila kurang minum air putih tubuh akan menjadi kering dan berkerur. Dengan banyak minum air dapat menjaga kelembaban kulit sekaligus menyehatkannya.
            Bahkan minum air putih secara benar dapat menigkatkan produksi hormone testosterone yang berguna bagi kesuburan laki-laki dan menigkatkan hormone estrogen pada wanita.
            Kemudian jika ada yang ingin menguruskan badan juga tidak perlu terlalu repot. Cukup dengan minum air putih hangat. Lakukan sebelum makan (sampai agak tersa kenyang), sehingga mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi. Hal ini sangat efektif sebab air tidak mengandung kalori, gula ataupun lemak.
            Manfaat dan potensi dahsyat air putih telah disebutkan dalam Al-Qur’an. Disebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Tanpa air akan terhentilah sistem kehidupan dunia.
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan dari air kamiciptakan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?.” (QS. 21:30)
            Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian hendak makan , hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)
            Manusia boleh tidak makan tapi jangan tidak minum. Sebab akan berujung pada kematian. Orang bisa bertahan hidup sampai 30 tanpa makan, tetapi bisa meniggal gara-gara tidak minum selama berhari-hari.
            Air begitu penting dan tubuh amat bergantung padanya selama proses biologis berlangsung. Itulah mengapa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar tetap bangaun sahur dan tetap bersegera berbuka walau hanya dengan minum air putih saja.
            Meski meminum adalah hal kecil, Islam berbeda dengan umat lain. Islam memiliki adab dan tata cara yang tidak dimiliki agama lain.
            Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah dia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR. Ahmad no 8135)

Adab Lain Islam Terhadap Minum Adalah Tidak Meniupnya.
            Dari Ibnu Abas, “Sesungguhnya Nabi SAW malarang untuk bernafas atau meniup wadah air.” (HR. Turmudzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, hadist ini disahikan oleh Al-Albani)
            Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan, “Ketika Rasulullah SAW minum beliau mengambil nafas diluar wadah air minum sebanyak tiga kali.” Dan beliau bersabda, “Hal itu lebih segar, selih enak dan lebih nikmat.” Anas mengatakan “Oleh karena itu ketika aku minum, aku bernafas tiga kali.” (HR. Bukhari no. 45631 dan Muslim no. 2018)
            Dengan demikian mari biasakan minum air putih dan meminum cara Nabi agar tubuh kita tetap sehat dan terhindar dari beragam penyakit, dan innsyaAllah lebih barakah. Wallahu a’lam bish showab.

Senin, 03 Maret 2014

10 RISALAH PEMUDA ISLAM




10 RISALAH PEMUDA ISLAM




Tak dapat disangkal lagi bahwa eksistensi pemuda Islam dalam kehidupan amat penting, karena merekalah yang memiliki potensi untuk mewarnai perjalanan sejarah umat manusia pada umumnya. Semua ideologi yang berorientasi pada strategi revolusi, menggangap pemuda sebagai tenaga paling revolusioner karena secara psikologis manusia mencapai puncak hamasah (gelora semangat) dan quwwatul jasad (kekuatan fisik) pada usia muda. Hal tersebut menumbuhkan semangat pergerakan, perubahan, bukan stagnasi ataupun status quo. Dalam setiap kurun waktu, kemarin, kini dan esok, pemuda senantiasa berdiri digaris terdepan. Baik sebagai pembela kebenaran yang gigih ataupun sebagai pembela kebatilan canggih.
Di dalam Al-Qur’an peran pemuda diungkapkan dalam kisah Ashabul Kahfi (18:19-22), kisahpemuda Ibrahim (21:60,69 dan 2:258) dan pemuda dibunuh oleh Ashabul uhdud (liht tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Buruuj) dan Assabiqunal Awwalun pada umumnya berusia muda.
Pentingnya memanfaatkan masa muda digambarkan dengan hadist Rasulullah SAW sebagaiberikut : “Manffatkanlah yang lima sebelum datang yang lima: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmul, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa hidupmu sebelum datang masa matimu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.” (HR. Al-Baihaqi)
Bagaimana potensi pemuda itu bisa dikembangkan dalam bingkai Islam? Setidaknya mereka dituntut melaksanakan sepuluh risalahnya:

1.      Memahami Islam
Mustahil pemuda dapat memuliakan Islam kalau mereka sendiri tidak memeahami Islam (35:28, 58:11).
“Siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat kebaikan maka dipandaikan dalam agama.” (HR. Bukhari-Muslim)
“Dunia ini terkutuk dan segala isinya terkutuk dzikrullah dan yang serupa itu dan orang alim dan penuntut ilmu.” (HR. At-Tirmizi)

2.      Mengimani segenap ajaran Islam
Iman kepada Allah dan Rasul-Nya pada hakikatnya merupakan sebuah sikap mental patuh dan tunduk (23:51). Tunduk patuh berdasarkan cinta kepada-Nya (2:165) dan ittiba’ (mengikuti) Rasul-Nya (3:31, 53-3-4).

3.      Mengamalkan dan mendakwahkan Islam
Ciri orang yang tidak mengalami kerugian (khusrin) dalam hidup adalah senantiasa mengamalkan dan mendakwahkan Islam (103:1-3, 41:33, 3:110, 9:71, 5:78-79).
“Barangsiapa menyeru kepada kebaikan maka ia akan memperoleh pahala sepadan dengan orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

4.      Berihad di jalan Islam
Jihad adalah suatu hal yang diwajibkan Allah kepada kaum muslimin. Said Hawa membagi jihat menjadi lima macam:
·         Jihad lisaani, menyampaikan dakwah Islam kepada orang-orang kafir, munafik dan fasiq yang disertai dengan hujjah (argumentasi) yang dicontohkan oleh Nabi SAW (5:62).
·         Jihad maali atau jihad dengan harta (49:1; 9:111). Jihat dengan harta merupakan bagian vital bagi jihat yang lainnya, karana dakwah memerlukan sarana dan prasarana.
·         Jihat bilyad wan nafs atau jihat denngan tangan/ kekuasaan dan jiwa 922:39, 2:190, 8:39, 9:36). Termasuk dalam jihat ini adalah menentang orang kafir, usaha mempertahankan diri terhadap serangan mereka, berusaha mengusir mereka dari bumi Islam, memerangi kaum murtad dalam negeri Islam, melawan pemberontak atau pembangkang atas negera Islam.
·         Jihat slyaasi atau jihat politik.
·         Jihat tarbawi/ta’limi, yakni bersugguh-sungguh mengajarkan, menyampaikan ilmu dan mendidik orang-orang yang ingin memeahami Islam 93:79).

5.      Sabar dan istiqomah di atas jalan Islam (21:83-85, 38:41-44, 37:100-107, 21:68-69, 71:5-9).
Keimanan harus dijalankan dengan kesabaran dengan Istiqomah. “Keyakinan dalam iman haruslah secara bulat dan kesabaran itu setengah dari iman.” (HR. Abu Nu’aim).

6.      Mempersaudarakan manusia dengan ikatan Islam
Pemuda seharusnya berperan dalam menjalin ukhuwah Islamiyah sesama muslim (8:63, 59:9). “Setiap mukmin yang satu bagian mukmin lainnya bagian suatu bangunan, antara satu dengan yanng lain saling mengokohkan.” (HR-Hadists).

7.      Mengerakkan dan mengerahkan potensi umat Islam
Potensi umat Islam perlu diarahkan ke dalam amal jama’i secara efektif dan efisien (3:146).

8.      Optimis terhadap masa depan Islam
Pemuda Islam tidak boleh memiliki jiwa pesimis. Sebaliknya harus optimis akan hasil perjuangan dan pertolongan serta balasan dari Allah SWT. Hanya orang kafirlah yang memiliki sifat pesimis (11:87, 15:56).

9.      Introspeksi diri (muhasabah) terhadap aktifitas yang telah dilakukan
Introspeksi dan evaluasi dimaksudkan agar pemuda tidak mengulang kesalahan yang sama dihari mendatang, tidak terjebak dengan permasalahan yang sama dan mampu memperbaiki diri kearah yang lebih baik (13:11)
“Seorang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersikap dengan amal sebagai bekal untuk mati.” (HR. At-Tirmizi).

10.  Ikhlas dalam segenap pengabdian di jalan Islam
Memurnikan niat karena Allah dalam ibada dan jihat merupakan masalah fundamental agar amal itu diterima sekaligus sukses.
“Sesungguhnya Allah menolong umat ini hanya karena orang-orang yang lemah diantara mereka yaitu dengan dakwah, shalat dan ikhlas mereka.” (HR. An-Nasai dari Sa’ad bin Abi Waqash)