Sabtu, 06 September 2014

Internasional Hijab Solidarity Day



#IHSD




4 September diperingati sebagai Hari Jilbab sedunia atau World Hijab Day. Keputusan untuk menjadikan hari ini sebagai hari khusus untuk Muslimah berjilbab terjadi pada tahun 2004 silam di Inggris. Di hari itu, ratusan orang yang berasal dari berbagai lembaga Internasional berkumpul untuk melakukan konferensi menyusul pelarangan jilbab di Prancis.

Di awal tahun 2004, pmerintah Prancis mengeluarkan sebuah peraturan kontroversial mengenai pelarangan penggunaan simbol keagamaan di sekolah, termasuk juga jilbab. Pelanggarana itu menimbulkan reaksi keras dari umat Islam di seluruh dunia dan melahirkan berbagai akso untuk mengecam keputusan pemerintah Prancis ketika itu.

Keputusan yang dipelopori PM Jean-Pierre Raffarin itu juga didukung oleh Presiden Prancis, Jacques Chirac yang berdalih bahwa pelarangan simbol keagamaan adalah untuk mempertahankan sistem pemerintahan Prancis yang sekuler.

Umat Islam tentunya tidak menerima keputusan itu dan mulai melakukan aksi semonstrasi. Pada pertengahan Januari 2004, ribuan orang memenuhi jalan-jalan di Eropa dan Timur tengah untuk memprotes rencana pemerintah Prancis dinilai melanggar hak asasi itu.

Pada 7 Februari 2004, Muslim Prancis yang dikoordinasi oleh Movement for Justice and Dignity menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Majelis Nasional Prancis. Sekitar 10.000 orang terlibat dalam aksi ini yang juga didukung oleh perwakilan kelompok-kelompok agama dan aktivis HAM.

Arus penolakan terhadap keputusan pemerintah Prancis itu membawa perwakilan lembaga internasional untuk berkumpul dan melaksanakan konferensi di London, Inggris. Sekitar 300 orang delegasi yang mewakili organisasi dari Inggris maupun Internasional berkumpul di London.

Konferensi internasional yang mengusung nama the Assembly Protection of Hijab (pro-Hijab) ini dibuka langsung oleh walikota London, Ken Livingstone, yang dikenal cukup vokal dalam membela hak-hak Muslim Inggris dalam kebebasan untuk menjalankan ajaran Islam, termasuk juga permasalahan jilbab. Dalam konferensi ini hadir pula tokoh Islam Internasional seperti Dr. Yusuf Qardhawi dan Prof. Tariq Ramadhan.

Beberapa keputusan lahir dari konferensi ini. Diantaranya menetapkan dukungan terhadap jilbab, rencana aksi untuk membela hak Muslim agar tetap dapat menggunakan busana Muslim, dan penetapan 4 september sebagai Hari Solidaritas Jilbab Internasional.

Tanggal itulah yang terus diperingati hingga kini sebagai Hari Jilbab Sedunia. Karena meskipun di Indonesia Muslimah telah memiliki kebebbasan dalama mengenakan busana takwa ini, tapi tidak demikian dengan Muslimah di luar sana, khususnya mereka yang tinggal di negara barat. Muslimah Eropa maupun Amerika masih menhadapi penolakan terhadap Muslimah berjilbab.

Salah satu kasus yang membekas di dalam iingatan adalah tragedi yang menimpa Marwa El-Sherbini tahun 2009 silam. Marwa, Muslimah Mesir yang berdomisili di Jerman, ini meninggal dunia setelah ditusuk beberapa kali oleh seorang lelaki Jerman. Ironinya, Marwa meninggal dalam persidangan setelah ia menuntut keadilan atas pelecehan yang dilakukan lelaki itu yang kerap mencaci Marwa dengan sebutan?Teoris?. lelaki yang ditutupi identitasnya itu? Lalu dikenal dengan Alex Weins? Tidak terima dengan keputusan pengadilan dan menikam Marwa yang tengah hamil 3 bulan hingga tewas. Yang lebih enyedihkan, suami Marwa yang hendak menolongnya justru ditembak oleh polisi yang mengiranya sebagai pelaku.

Tak lama setelah kasus Marwa merebak di dunia Internasional, timbul dukungan dari dunia Muslim Internasional untuk memperingati hari kematian Marwa pada tanggal 1 Juli 2009. Mulai tahun itu pula diusulkan agar tanggal 4 September yang pada awalnya merupakan Solidaritas Hilbab Sedunia diubah menjadi Hari Jilbab Sedunia.

Sebagai Muslimah yang tinngal di negara mayoritas Islam, kita tentunya patut bersyukur karena kini sudah tidak ada hambatan lagi bagai Muslimah untuk melaksanakan kewajibannya. Rasa syukur itu harus diwujudkan dengan pemgembangan diri untuk membuktikan bahwa hijab bukanlah sebagai halangan dan bahwa Muslimah berjilbab pun mampu bersaing dengan perempuan di seluruh dunia.

#ROHISSMANKERJOIHSD

Terimakasih kepada:
-Ayam Geprek (Jl. Raya Sukowati Sragen)
-Pink Laudry (Jetis, Kuto, Kerjo)
-Prima Com (Jl. Kerjo-Batujamus(Barat Kantor kecamatan kerjo))
-Toko Kelontong Sinta (Ds. Cangkir, Ngadirejo, Mojogedang)
yang telah memberi dikungan kepada program Rohis Sma N Kerjo peringatan #IHSD..


Peringatan #IHSD





Senin, 11 Agustus 2014

Pemuda Islam itu Menginspirasi

Pemuda Islam itu Menginspirasi



SEPANJANG peradaban manusia, kita tahu bahwa pemuda adalah sosok pelopor dalam segala hal. Bagaimana perubahan yang terjadi di setiap bangsa, pemuda adalah penggeraknya. Di balik setiap transformasi sosial, motor utamanya tak lain adalah pemuda. Ibarat sang surya, maka pemuda bagaikan sinar matahari yang berada pada tengah hari dengan terik panas menyengat.

Berbagai bakat, potensi, kecenderungan, baik mengarah kepada kebaikan maupun kepada kejahatan memiliki dorongan yang kuatnya ketika pada masa muda. Itulah sebenarnya, kegagalan dan keberhasilan seseorang, kematangan kepribadian manusia pada masa tua ditentukan oleh masa mudanya. Jika mereka adalah para pemuda yang baik dan terdidik dengan adab-adab Islam, maka merekalah yang akan menbarkan dan mendakwahkan kebaikan Islam serta menjadi nakhoda umat ini yang akan mengantarkan mereka kepada kebaikan dunia dan akhirat.

Oleh karena itulah para Sahabat Nabi yang masih muda memiliki andil dan peran sangat besar dalam menyebarkan agama ini baik dari sisi pengajaran maupun dari sisi berjihad di jalan Allah SWT. Dalam pentas sejarah Islam, dengan mudah kita mendapat pemuda-pemuda yang namanya terukit dengan tinta emas. Mereka layak menjadi uswah (teladan) bagi pemuda generasi sekarang. Panutan yang sangat rill di saat pemuda kini kehilangan figur yang bisa dicontoh.

Potret Pemuda Islam Terkini

Seakan tidak peduli dengan keadaan sekitar yang kian memburuk, mereka asik dengan kesibukan dan kepentingan mereka sendiri. Bahkan seringkali bukannya mengajak kepada kebaikan, mereka malah tertawa arus kerusakan. Perzinaan, aborsi, minum miras, narkoba dll, hampir semua hal negatiff saat ini dilakukan oleh mayoritas pemuda.

Bukannya peduli dengan kerusakan yang terjadi dan ingin mengubahnya menjadi kebaikan, mereka lebih senang menghabiskan waktu luang mereka sendiri dengan sekedar belajar ilmu pengetahuan ataupun malah mengujungi tempat-tempat seperti Game Center, Rental PS, dkk.

Padahal jika dari sisi ekonomi, pergi ke tempat seperti itu mengeluarkan biaya dan tidak bermanfaat sedikitpun, bahkan malah membawa bencana. Sedangkan untuk pergi ke masjid, kita tidak usah mengeluarkan uang sepeserpun. Ditambah lagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masjid bermanfaat, dan berpahala.

Maka seorang pemuda harus menyadari perannya di kehidupan, tidak sekedar asik dengan kepentingan sendiri, tapi juga peduli dengan keadaan sekitarnya. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan bergeser kaki seorang manusia dari sisi Allah pada hari kiamat (nanti), sampai dia ditanya tentang ilmu (perkara): tentang umurnya, untuk apa dihabiskan? Tentang masa mudanya, untuk apa digunakan? Hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan? Ilmunya, bagaimana dia amalkan ilmunya?” (HR. Tirmidzy: 2461, dihasankan oleh syaikh al-Albny)

Pemuda memiliki potensi yang besar dalam perubahan, semangat yang berapi-api, kritis dalam berfikir, militan dalam bergerak dan masih banyak potensi lainnya. Yang jika semua potensi tersebut tidak dimanfaatkan untuk kebaikan, maka potensi yang besar tadi akan dimanfaatkan oleh nafsu untuk melakukan berbagai macam kerusakan besar.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits lain terkait bagaimana kriteria pemuda yang selamat (dinaungi Allah):

Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:

1.      Pemimpin yang adil.
2.      Pemuda yang tumbuh di atas kebaikan ‘ibadah kepada Rabbnya..
3.      Lelaki yang hatinya terpaut dengan Masjid.
4.      Dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah kecuali karena Allah.
5.      Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kapada Allah’.
6.      Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sebunyi, hingga tangan kirinya tisak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
7.      Orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis,”
(HR. Al-Bukhari no. 620 dan Muslim no. 1712)

Keteladanan Pemuda Era Raulullah

Perlu kita fahamkkan, bahwa masa muda ialah untuk berkarya, periode emas dimana para pemuda zaman Rasululah saw. Mengerjakan seluruh jiwa dan raganya untuk kemenangan Islam.
Adalah Az Zubai bin Awwam. Ia adalah sosok pemuda teman diskusi Rasulullah, anggota pasukan berkuda, tentara yang pemberani, pemimpin dakwah Islam di zamannya dalam usia 15 tahun. Sementara Thalhah bin Ubaidillah, seorang pembesar utama barisan Islam di Makkah, singa podium yang handal, pelindung Nabi saat perang Uhuh berkacamuk dengan tujuh puluh luka tusuk tombak, donatur utama fill sabilillah, mendapat julukan dari Rasulullah: Thalhah si Pemurah, Thalah si Dermawan diusianya yang masih sangat muda.

Juga Sa’ad bin Abi Wwaqash, seorang berkuda Muslim yang paling berani di saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ia dikenal sebagai pemanah terbaik, sahabat utama yang pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam, lelaki yang disebut Rasulullah sebagai penduduk surga. Zaid bin Tsabit, mendaftar jihad fii sabilillah sejak usia 13 tahun, pemuda jenius mahir baca-tulis. Hingga Rasullah bersabda memberi perintah: “Wahai Zaid, tulislah....”, ia mendapat tugas maha berat, menghimpun wahyu, di usia 21 tahun.
Juga Usman bin Zaid, namanya terkenal harum sejak usia 12 tahun, mukmin tangguh dan muslim yang kuat, Rasululllah menunjukan sebagai panglima perang di usianya yang ke-20 dan memimpin armada perang menggempur negara adikuasa Romawi di perbatasab dengan kemenangan gemilang.

Lalu, jika mereka pada usia seperti itu saja telah berhasil mempersembahkan karya luar biasa, bahkan ada yang mempersembahkan nyawa untuk membela Islam sehingga memperoleh syahid di jalan-Nya,, maka apa yang telah kita persembahkan?

Memang menjadi di salah satu tugas kita juga untuk menunjukkan pada masyarakat pemuda muslim yang diharapkan agama, bangsa dan negara adalah pemuda yang benar-benar ta’at pada Allah yang telah berIslam secara kaaffah (totalitas), tiidak setengah-setengah. Karena bisa jadi, pandangan masyarakat (yang diawali telah disebutkan) terhadap para pemuda disebabkan tak muncul sosok yang menjadi bukti bahwa pemuda muslim yang kaaffah-lah yang sebenarnya umat butuhkan.

Dengan adanya karakteristik sosok pemuda ideal yang dicontohkan dalam al-Qur’am dan al-Hadits diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pemuda dahulu, masa kini dan masa depan. Saadarilah, bahwa Islam menuggu peran para pemuda. Islam menunggu kita, kawan!

Pemuda yang senantiasa belajat Agama, mendalaminya, mengamalkannya, lantang mendakwahkannya, digarda depan mereka pionir perubahan mengajak manusia kepada Agama Tauhid Islam), karyanya menggemparkan dunia, bersemangat disetiap jalan kebenaran, merangkul dan mengajak masyarakat untuk taat kepada Allah dan RasulNya.

Inilah pemuda harapan ummat masa ini, mereka tauladan sesamanya dan impian orangtua kepada  setiap anak-anaknya. Itukah kalian...!!!?

Mari kita buktikan bahwa di atas pundak kepribadian Muslim  yang sempurnalah mat Islam akan berdiri kokoh dan kuat. Mari saling mengingatkan untuk senantiasa bersemangat dalam menjalani masa muda sebagai persembahan kita untuk Islam dan Allah ‘aza wa jalla.


Sumber: BDM Al Hikmah Universitas Negeri Malang

Senin, 28 Juli 2014

Muhasabah (Evaluasi diri)

Focus Muhasabah



“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok. Dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”. (Q.S Al-Hasyr :59:18)

Menurut tafsir Syekh Syihabuddin Mahmud bin Abdullah al-Husaini al-Alusi dalam kitabnya Ruhul Ma’ani: “Setiap perbuatan manusia yang telah dilakukan pada masa lalu, mencerminkan perbuatan dia untuk persiapan diakhirat kelak. Karena hidup didunia bagaikan satu hari dan keesokan harinya merupakan hari akherat merugilah manusia yang tidak mengetahui tujuan utamanya”.

Jika kita berfikir tujuan manusia hidup didunia ialah mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal yaitu akherat, lalu sudahkah perbuatan yang telah dilakukan kita merupakan manifestasi kecintaan kita kepada Allah SWT ?? cermin yang paling baik adalah masa lalu, setiap individu memiliki masa lalu yang baik ataupun buruk, dan sebaik-baik manusia adalah selalu mengevaluasi dengan berMuhasabah diri dalam setiap perbuatan yang telah ia lakukan, sebagaimana pesan Sahabat Nabi Amirul Mukminin Umar bin Khottob: “Evaluasi (Hisablah) dirimu sebelum kalian dihadapan Allah kelak”. Pentingnya setiap individu menghisab dirinya sendiri untuk selalu mengintrospeksi tingkat nilai kemanfaatan dia sebagai seorang hamba Allah SWT. Yang segala sesuatunya akan diminta pertanggung jawabannya diakherat kelak. Dan sebaik-baik manusia adalah yang dapat mengambil hikmah dari apa yang telah ia lakukan, lalu menatap hari esok yang lebih baik. Sebagaimana dalam sebuah ungkapan yang sangat terkenal Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Barang siapa hari ini, tahun ini lebaih baik dari hari dan tahun yang lalu, dialah orang yang sukses, tapi siapa yang hari dan tahun ini sama hari dan tahun kemarin maka dia orang yang tertipu, dan siapa yang hari dan tahun ini lebih buruk daripada hari dan tahun kemarin maka dialah orang yang terlaknat.” Untuk itu, takwa harus senantiasa menjadi bekal dan perhiasan kita setiap tahun, ada baiknya kita melihat kembali jalan untuk menuju takwa, Para ulama menyatakan setidaknya ada lima jalan yang patut kita renungkan mengawali tahun ini dalam mengapai ketakwaan. Jalan-jalan itu adalah.

Mu’ahadah, mengingat perjanjian dengan Allah SWT. Sebelum manusia lahir ke dunia, masih berada pada alam gaib, yaitu di alam arwah, Allah telah membuat “kontrak” tauhid dengan ruh.

Mujahadah, bersungguh hati melaksanakan ibadah dan teguh berkarya amal shaleh, sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah SWT yang sekaligus amanat serta tujuan diciptakannya manusia.

Muraqabah, merasa selalu diawasi oleh Allah SWT sehingga dengan kesadaran ini mendorong manusia senantiasa rajin melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Muhasabah, berarti introspeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan. Manusia yang berutung adalah manusia yang tahu diri, dan selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir.

Mu’aqobah, pemberian sanksi terhadap diri sendiri. Apabila melakukan kesalahan atau sesuatu yang bersifat dosa maka ia segera menghapus dengan amal yang lebih utama meskipun terasa berat, seperti berinfaq dan sebagainya.

Mengawali semangat baru setelah Ramadhan ini, mari takwa harus kita jadikan hisab diri, bekal diri, dengan menepuh lima cara tadi. Yaitu Mu’ahadah, Mujahadah, Muraqabah, Muhasabah, Mu’aqobah. Evaluasi diri mengingat-ingat janji diri, punya kesungguhan diri, selalu merasa diawasi Allah dan memberikan hukuman terhadap diri kita sendiri. Janji limahal ini kita jadikan bekal insyaALlah menapaki hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun kita akan selalu menapakinya dengan indah dan selalu meningkat kualitas diri kita, insyaAllah.

Dari hal tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa arti kata Muhasabah itu adalah evaluasi diri terhadap hal yang pernah dilakukan agar kita lebih baik lagi dihari yang akan datang.

Indikasi Kesuksesan dan Kegagalan.


Orang yang pandai (sukses) adalah yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematiannya. Ungkapan sederhana ini sungguh menggambarkan sebuah visi yang dimiliki seorang Muslim. Sebuah visi yang membentang bahkan menembus dimensi kehidupan dunia, yaitu visi hingga kehidupan setelah kematian. Seorang Muslim tidak seharusnya hanya berwawasan sempit dan terbatas, sekedar pemenuhan keinginan untuk jangka waktu sesaat. Namun lebih dari itu, seorang Muslim harus memiliki visi dan planing untuk kehidupannya yang lebih bkekal abadi. Karena orang sukses adalah yang mampu mengatus keinginan singkatnya demi keinginan jangka panjangnya. Orang bertakwa adalah yang rela mengorbankan keinginan duniawinya, demi tujuan yang lebih mulia, kebahagian kehidupan ukhrawi. Muhasabah atau Evaluasi atas visi inilah yang digambarkan oleh Rasulullah SAW. Sebagai kunci pertama dari kesuksesan. Selain itu, Rasulullah SAW. Juga menjelaskan kunci kesuksesan yang kedua, yaitu “Action After Evalution”. Artinya setelah evaluasi harus ada aksi perbaikan.Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa Muhasabah juga tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindak lanjut atau perbaikan. Sementara kebalikanya, yaitu kegagalan. Disebut oleh Rasulullah SAW, dengan orang yang lemah, memiliki dua ciri mendasar yaitu orang yang mengikuti hawa nafsunya, membiarkan hidupnya tidak memiliki visi, tidak memiliki planing, tidak ada action dari planingnya, terlebih-lebih meMuhasabahi perjalanan hidupnya.  Sedangkan yang kedua adalah memiliki banyak angan-angan dan khayalan, berangan-angan terhadap Allah. Maksudnya, adalah sebagaimana dikemukankan oleh Imam AL-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, sebagai berikut: Dia (orang yang lemah), bersaan dengan lemahnya ketaatannya kepada Allah dan selalu mengikuti hawa nafsunya, tidak pernah meminta ampunan kepada Allah, bahkan selalu barangan-angan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Senin, 21 Juli 2014

Study Banding Rohis Sma Negeri Kerjo

Assalamualaiku wr. wb



Jamaah Shalahuddin adalah meruapakan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Gadjah Mada dan merupakan bagian unit kegiatan mahasisiwa yang ada dikampus ini sehingga keberadaannya diakui secara formal.






Dari itulah maka Rohis Sma Negeri Kerjo pada tanggal 26 Juni mengadakan Study Banding ke UGM dan rihlah ke Pantai Parangtritis dan Malioboro.
Persiapan sendiri dimulai dengan kumpul di Masjid At Taqwa Sma Negeri Kerjo pukul 05.30 pagi.




Keberangkatan sendiri ke UGM jam 06.00 pagi. (Walau waktu berbeda dengan jadwal tapi perjalanan ke Ugm tetap lancar Allahamdulillah)
Diba di UGM saendiri kira-kira pukul 11.00 siang, dan sampainya di UGM sudah disambut megahnya Maskam (Masjid Kampus UGM)





Sedikit cerita tentang Maskam UGM. Sejarah berdirinya Maskam UGM sendiri, tidak lepas dari peran aktivis JS sendiri mengingat Masjid merupakan benda yang sangat dirindukan kehadirannya bagi umat Muslim saat itu. Dalam Laporan Pertanggung Jawaban JS tahun 1989 tercantum bahwa UGM adalah satu-satunya Universitas yang ada di Jawa yang belum mempunyai masjid saat itu. Maka, isu untuk terbentuknya Masjid Kampus saat itu digencarkan dari Ramadhan 1407H. Ada dua permasalahan mendasar Maskam adalah lokasi dan dana. Hingga tanggal 31 Desember 1988 telah dicapai titik terang tentang lokasi maskam yaitu di tenggara Fakultas Psikologi (Saat itu masih berupa tanah makan Cina). Tahun-tahun selanjutnya isu pembangunan Maskam semakin meluas, sehingga Rektor membuat team pembangunan Masjid yang melibatkan JS dan beberapa mahasiswa Arsitek untuk merancang sebuah fisik Masjid yang lengkap berupa fasilitasnya. Selanjutnya permasalahan Maskam ada pada lokasi yang masih berupa makam, karena selama makam masih ada disana maka pembangunan sulit untuk dilakukan. Sehingga diambil kesepakatan peletakkan batu makam tersebut di Gunung Sempu, Bamping dan Piyungan. Hingga akhirnya pada tahun 1998 dilaksanakan peletakan batu yang pertama pendiri Masjid Kampus UGM, yang pada tahun itu juga berbarengan dengan lahirnya Reformasi yang cukup monumental dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Keberhasilan pembangunan masjid kampus tersebut tidak lepas dari sehatnya sebuah Lembaga Dakwah Kampus UGM yang didalamnya, karena dalam hal ini JS berperan disana.



Setelah sholat Dhuhur acara antara Jamaah Shalahuddin dan Rohis SmA Negeri Kerjo dimulai, kegiatan bertukar pikiran tentang problematika Dakwah. Dari pertemuan itulah kami Rohis SMA Negeri Kerjo mulai mengerti tentang cara mengatasi permasalahan yang kami atasi itu.





Setelah acara itu dilanjutkan dengan kenang-kenangan Rohis SMA N Kerjo kepada Jamaah Shalahuddin yang diberikan oleh Akhi Dendi Kusuma Wardana.




Dilanjutkan foto bersama sebagai kenag-kenagan anatara Rohis Sma N Kerjo dengan Jamaah Shalahuddin di depan Maskam UGM.




Setelah acara itu dilanjutkan kunjungan Rohis Sma  N Kerjo ke pantai Parangtritis, walau ada sedikit rasa sedih perpisahan dengan Jamaah Shalahuddin, tapi yang kami yakini suatu saat nanti pasti ada anggota Rohis Sma N Kerjo yang akan meneruskan jalan Dakwah di UGM sana.
Beranjak ke Pantai Parangtritis kami tiba disana sudah disambut cuaca buruk di sana, walau begitu semangat kami belum padam.





Dari Pantai Rangtritis kami beranjak ke Malioboro dan dilanjutkan pulang. (Afwan tidak ada fotonya)
Sekian dari cerita Study Banding Rohis Sma N Kerjo,
Wasallammualaikum wr. wb

Semangat kami Rohis Sma  N Kerjo, sedikit Foto narsis dari kami :D 






Senin, 07 Juli 2014

Pandangan dan Maksiat

Pintu-Pintu Dosa Dan Maksiat




                Bagaimana Maksiat Memasuki Diri Seorang Hamba??

Kebanyakan maksiat masuk ke dalam diri seorang hamba melalui empat pintu, sebagaimana ada seorang yang pernah berkata “Siapa yang menjaga empat hal ini berarti telah menjaga agamanya, yaitu pandangan, pikiran, ucapan dan langkah”. Berikut ini adalah uraian tentang salah satu dari keempat pintu tersebut.

Pandangan

Pandangan merupakan pemandu dan utusan syahwat. Menjaga pandangan  merupakan tindakan utama dalam menjaga kemaluan. Barang siapa mengumbar pandangannya, maka ia telah menggiring dirinya kepada keinasaan.

Nabi SAW bersabda: “Janganlah kamu mengikutkan pandangan dengan pandangan berikutnya. Sebab, hanya pandangan pertama saja yang dibolehkan bagimu tidak untuk pandangan setelahnya.” (HR. Abu Dawud).

Disebutkan dalam al Musnad, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda: “Pandangan merupakan anak panah beracun dari anak-anak panah iblis. Maka, barang siapa menahan pandangannya dari kecantikan seorang wanita karena Allah, niscaya Allah akan memberikan kenikmatan dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya” (HR. Ahmad).

 Beliau Nabi SAW bersabda: “Tundukkan pandangan kalian dan jagalah kemaluan kalian” (HR. Ahmad)
Nabi SAW bersabda: “Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan-jalan”. Para Sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, itu tempat duduk-duduk kami. Kami tidak dapat meniggalkannya.” Nabi SAW bersabda: “Jika kalain harus melakukan hal itu, maka berikan kepada jalan itu haknya”. Para Sahabat bertanya: “Apakah haknya?” Nabi SAW menjawab: “Menundukkan pandangan, tidak mengganggu dan membalas salam”. (HR. Al-Bukhori)

Pandangan merupakan pangkal dari segala bencana yang menimpa manusia. Sebab, pandangan akan melahirkan getaran hati, diikuti dengan angan-angan yang membangkitkan syahwat dan keinginan yang semakin menguat dan akhirnya menjadi kebetulan tekad, hingga terjadilah perbuatan itu secara pasti, selama tidak ada penghalang yang menghalanginya. Dalam hal ini ada yang berkata: “Kesabaran dalam menundukkan pandangan masih lebih ringan daripada kesabaran dalam menanggung beban akibatnya”.

Seorang penyair berkata:

Setiap bencana berawal dari pandangan mata, sebagaimana api yang besar berasal dari percikan bara.
Berapa banyak pendangan sanggup menembus relung hati pemiliknya, seperti kekuatan anak panah yang lepas dari busurnya.

Seorang hamba, selama mengumbar pandangannnya untuk memandang selainnya, maka dia berada dalam bahaya.

Ia menyenagkan mata dengan sesuatu yang membahayakan hatinya, maka janganlah menyambut kesenangan yang akan memebawa pada bencana.

Di antara bencana yang ditimbulkan pandangan adalah penyesalan, malapetaka dan sakit hati. Tatkala seorang hamba melihat sesuatu yang ia tidak mampu meraihnya, juga tidak mampu bersabar atasnya, sesungguhnya hal ini merupakan salah satu bentuk siksaan yang paling pedih. Yaitu, (penderitaan yang menerpa) manakala kamu melihat perkara yang kamu tidak mampu bersabar atas perkara tersebut, tidak juga atas sebagiannya, bahkan kamu tidak mempunyai kemampuan sama sekali untuk meraihnya.
Seorang penyair berkata:

Setiap kali engkau mengumbar pandanganmu yang menjadi utusan hatimu, maka setiap yang kau pandang itu akan menggelisahkan hati.

Engkau melihat sesuatu yang seluruhnya tidak mampu kau dapatkan, dan atas sebagaimana pun kau tidak punya kesabaran.

Bait sya’ir diatas membutuhkan penjelasan. Maksudnya, kamu melihat sesuatu yang tidak mampu diraih sama sekali, meskipun hanya sedikit, sementara kamu juga tidak mampu bersabar atas sebagaimananya. Perkataan: laa kulluhu anta qoodirun’alaihi bermakna menadikan kemampuannya uuntuk mendapatkan sesuatu tersebut secara keseluruhan, yang berarti pula menafikkan kemampuan untuk mendapatkan setiap bagiannya.

Berapa banyak orang yang tidak menhentikan pandangan hingga terbunuh diatas pandangan-pandangan itu.
Ia bosan dengan keselamatan lalu mengumbar pandangannya, sambil berdiri di atas puing-puing sidangka rupawan.

Ia masih terus mengumbar pandangannya, hingga ia terbunuh di atas pandangan-pandangannya itu.
Menakjubkan, bahwasanya pandanga  seseorang ibarat anak panah yang jika sampai kepada sasaran (apa yang dipandangnya), akan menempati suatu tempat dalam reluang hati yang memandangnya.

Ada pula dalam sya’ir lain:

Wahai orang yang bersungguh-sungguh melontarkan panah pandangan, engkaulah korban terbunuh dari apa yang kau lontarkan, jika tidak mengenai sasaran

Wahai pengutus pandangan yang sedang mencari kesembuhan baginya, tahanlah utusanmu agar tidak datang membawa kebinasaan.

Lebih aneh lagi, pandangan itu melukai hati dengan luka yang mendalam, lalu diikat dengan luka di atas luka; tetapi luka itu tidak membuat pelakunya jera sehingga dia tetap mengulang-ulang kembali perbuatan tersebut.
Sya’ir mengenai hal ini:

Engkau selalu mengikuti pandangan demi pandangan terhadap setiap sesuatu yang elok menawan

Engkau menyangka hal itu adalah penawar luka yang kau derita, namun kenyataannya justru mendatangkan luka di atas luka.

Maka, kau sembelih matamu dengan pandangan dan tangisan, sedangkan hatimu kau jadikan sembelihan yang sebenarnya.

Ada yang berkata, “Menahan pandangan lebih ringan dibandingkan penyesalan yang terus berlangsung”.


-Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ad-Daa’ wa ad-Dawwa’-

Senin, 30 Juni 2014

Hikmah Puasa

Hikmah Puasa



Kata puasa dalam bahasa Arab adalah “Shiyom atau shaum”, keduanya merupakan bentuk masdar, yang bermakna menahan. Sedangkan secara istilah fiqh berarti menahan diri sepanjang hari dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat tertentu, menahan dari segala sesuatu yang menyebabkan batalnya puasa bagi orang islam yang berakal, sehat, dan suci dari haid dan nifas bagi seorang muslimah. Puasa Ramadhan hukumnya wajib untuk semua Muslim yang memenuhi syarat untuk melakukannya. Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan berdasarkan nash Al-Qur’an yang sifatnya qot’i dalam kajian ilmu fiqh.
Hikmah Puasa

Melatih Disiplin Waktu – untuk menghasilkan puasa yang tetap fit dan kuat di siang hari, maka tubuh memerlukan istirahat yang cukup. Hal ini membantu kita tidur lebih lama teratur demi lancarnya puasa. Bagaimana untuk makan sahur dipagi hari juga melatih kebiasaan untuk bangun lebih pagi untuk mendapatkan rejeki (makanan).

Keseimbangan Dalam Hidup – pada hakikatnya kita adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah. Namun sayang hanya karena hal duniawi seperti pekerjaan, hawa nafsu dan lain-lain kita sering melupakan kewajiban kita. Pada bulan puasa ini kita terlatih untuk kembali mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban tersebut dengan imbalan pahala yang dilipat gandakan.

Mempererat Silaturahmi – dalam Islam ada persaudaraan sesama Muslim, akan tampak jelas jika berasa di bulan Ramadhan. Orang memberikan tajil berbuka puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu Islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid.

Lebih Peduli Pada Sesama – dalam Islam ada persaudaraan sesama Muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di Masjid, memeberi ilmu Islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid.

Tahu Bahwa Ibadah Memiliki Tujuan – tujuan puasa adalah melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika tujuannya gagal maka puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi kita terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala macam amal ibadah.

Tiap Kegiatan Mulia Merupakan Ibadah – setiap langkah kaki manuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampa tidurnya orang puasa ibadah. Artinya semua dapat bernilai ibadah.

Berhati-hati Dalam berbuat – puasa Ramadhan akan sempurna dan tidak sia-sia apabila selain menahan lapar dan haus juga kita menghindari keharaman mata, telinga, perkataan dan perbuatan. Hal ini menimbulkan kemajuan positif bagi kita jika diluar bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.

Berlatih Lebih Tabah – dalam puasa di bulan Ramadhan kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalnya ada orang yang menggunjikan kita, atau mungkin meruncing pada fitnah, tetapu kita tetap sabar karena kita dalam keadaan puasa.

Melatih Hidup Sederhana – ketika waktu berbuka puasa tiba, saat minum dan makan sedikt saja kita merasakannya nikmatnya makanan yang sedikit tersebut, pikiran kita untuk makan banyak dan bermacam-macam sebetulnya hanya hawa nafsu belaka.

Melatih Untuk Bersyukur – dengan memakan hanya ada saat berbuka, kita menjadi lebih mensyukuri nikmat yang kita miliki saat tidak berpuasa. Sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih mensyukuri nikmat Allah SWT.

Selain hikmah di atas masih ada beberapa manfaat yang dapat kita amabil yaitu:
1.      Menigkatkan ketaqwaan.
2.      Menigkatkan rasa syukur atas segala nikmat Allah.

3.      Orang yang berpuasa menyibukkan hatimu dengan pikir dan zikir.