Senin, 28 Juli 2014

Muhasabah (Evaluasi diri)

Focus Muhasabah



“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok. Dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”. (Q.S Al-Hasyr :59:18)

Menurut tafsir Syekh Syihabuddin Mahmud bin Abdullah al-Husaini al-Alusi dalam kitabnya Ruhul Ma’ani: “Setiap perbuatan manusia yang telah dilakukan pada masa lalu, mencerminkan perbuatan dia untuk persiapan diakhirat kelak. Karena hidup didunia bagaikan satu hari dan keesokan harinya merupakan hari akherat merugilah manusia yang tidak mengetahui tujuan utamanya”.

Jika kita berfikir tujuan manusia hidup didunia ialah mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal yaitu akherat, lalu sudahkah perbuatan yang telah dilakukan kita merupakan manifestasi kecintaan kita kepada Allah SWT ?? cermin yang paling baik adalah masa lalu, setiap individu memiliki masa lalu yang baik ataupun buruk, dan sebaik-baik manusia adalah selalu mengevaluasi dengan berMuhasabah diri dalam setiap perbuatan yang telah ia lakukan, sebagaimana pesan Sahabat Nabi Amirul Mukminin Umar bin Khottob: “Evaluasi (Hisablah) dirimu sebelum kalian dihadapan Allah kelak”. Pentingnya setiap individu menghisab dirinya sendiri untuk selalu mengintrospeksi tingkat nilai kemanfaatan dia sebagai seorang hamba Allah SWT. Yang segala sesuatunya akan diminta pertanggung jawabannya diakherat kelak. Dan sebaik-baik manusia adalah yang dapat mengambil hikmah dari apa yang telah ia lakukan, lalu menatap hari esok yang lebih baik. Sebagaimana dalam sebuah ungkapan yang sangat terkenal Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Barang siapa hari ini, tahun ini lebaih baik dari hari dan tahun yang lalu, dialah orang yang sukses, tapi siapa yang hari dan tahun ini sama hari dan tahun kemarin maka dia orang yang tertipu, dan siapa yang hari dan tahun ini lebih buruk daripada hari dan tahun kemarin maka dialah orang yang terlaknat.” Untuk itu, takwa harus senantiasa menjadi bekal dan perhiasan kita setiap tahun, ada baiknya kita melihat kembali jalan untuk menuju takwa, Para ulama menyatakan setidaknya ada lima jalan yang patut kita renungkan mengawali tahun ini dalam mengapai ketakwaan. Jalan-jalan itu adalah.

Mu’ahadah, mengingat perjanjian dengan Allah SWT. Sebelum manusia lahir ke dunia, masih berada pada alam gaib, yaitu di alam arwah, Allah telah membuat “kontrak” tauhid dengan ruh.

Mujahadah, bersungguh hati melaksanakan ibadah dan teguh berkarya amal shaleh, sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah SWT yang sekaligus amanat serta tujuan diciptakannya manusia.

Muraqabah, merasa selalu diawasi oleh Allah SWT sehingga dengan kesadaran ini mendorong manusia senantiasa rajin melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Muhasabah, berarti introspeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan. Manusia yang berutung adalah manusia yang tahu diri, dan selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir.

Mu’aqobah, pemberian sanksi terhadap diri sendiri. Apabila melakukan kesalahan atau sesuatu yang bersifat dosa maka ia segera menghapus dengan amal yang lebih utama meskipun terasa berat, seperti berinfaq dan sebagainya.

Mengawali semangat baru setelah Ramadhan ini, mari takwa harus kita jadikan hisab diri, bekal diri, dengan menepuh lima cara tadi. Yaitu Mu’ahadah, Mujahadah, Muraqabah, Muhasabah, Mu’aqobah. Evaluasi diri mengingat-ingat janji diri, punya kesungguhan diri, selalu merasa diawasi Allah dan memberikan hukuman terhadap diri kita sendiri. Janji limahal ini kita jadikan bekal insyaALlah menapaki hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun kita akan selalu menapakinya dengan indah dan selalu meningkat kualitas diri kita, insyaAllah.

Dari hal tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa arti kata Muhasabah itu adalah evaluasi diri terhadap hal yang pernah dilakukan agar kita lebih baik lagi dihari yang akan datang.

Indikasi Kesuksesan dan Kegagalan.


Orang yang pandai (sukses) adalah yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematiannya. Ungkapan sederhana ini sungguh menggambarkan sebuah visi yang dimiliki seorang Muslim. Sebuah visi yang membentang bahkan menembus dimensi kehidupan dunia, yaitu visi hingga kehidupan setelah kematian. Seorang Muslim tidak seharusnya hanya berwawasan sempit dan terbatas, sekedar pemenuhan keinginan untuk jangka waktu sesaat. Namun lebih dari itu, seorang Muslim harus memiliki visi dan planing untuk kehidupannya yang lebih bkekal abadi. Karena orang sukses adalah yang mampu mengatus keinginan singkatnya demi keinginan jangka panjangnya. Orang bertakwa adalah yang rela mengorbankan keinginan duniawinya, demi tujuan yang lebih mulia, kebahagian kehidupan ukhrawi. Muhasabah atau Evaluasi atas visi inilah yang digambarkan oleh Rasulullah SAW. Sebagai kunci pertama dari kesuksesan. Selain itu, Rasulullah SAW. Juga menjelaskan kunci kesuksesan yang kedua, yaitu “Action After Evalution”. Artinya setelah evaluasi harus ada aksi perbaikan.Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa Muhasabah juga tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindak lanjut atau perbaikan. Sementara kebalikanya, yaitu kegagalan. Disebut oleh Rasulullah SAW, dengan orang yang lemah, memiliki dua ciri mendasar yaitu orang yang mengikuti hawa nafsunya, membiarkan hidupnya tidak memiliki visi, tidak memiliki planing, tidak ada action dari planingnya, terlebih-lebih meMuhasabahi perjalanan hidupnya.  Sedangkan yang kedua adalah memiliki banyak angan-angan dan khayalan, berangan-angan terhadap Allah. Maksudnya, adalah sebagaimana dikemukankan oleh Imam AL-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, sebagai berikut: Dia (orang yang lemah), bersaan dengan lemahnya ketaatannya kepada Allah dan selalu mengikuti hawa nafsunya, tidak pernah meminta ampunan kepada Allah, bahkan selalu barangan-angan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Senin, 21 Juli 2014

Study Banding Rohis Sma Negeri Kerjo

Assalamualaiku wr. wb



Jamaah Shalahuddin adalah meruapakan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Gadjah Mada dan merupakan bagian unit kegiatan mahasisiwa yang ada dikampus ini sehingga keberadaannya diakui secara formal.






Dari itulah maka Rohis Sma Negeri Kerjo pada tanggal 26 Juni mengadakan Study Banding ke UGM dan rihlah ke Pantai Parangtritis dan Malioboro.
Persiapan sendiri dimulai dengan kumpul di Masjid At Taqwa Sma Negeri Kerjo pukul 05.30 pagi.




Keberangkatan sendiri ke UGM jam 06.00 pagi. (Walau waktu berbeda dengan jadwal tapi perjalanan ke Ugm tetap lancar Allahamdulillah)
Diba di UGM saendiri kira-kira pukul 11.00 siang, dan sampainya di UGM sudah disambut megahnya Maskam (Masjid Kampus UGM)





Sedikit cerita tentang Maskam UGM. Sejarah berdirinya Maskam UGM sendiri, tidak lepas dari peran aktivis JS sendiri mengingat Masjid merupakan benda yang sangat dirindukan kehadirannya bagi umat Muslim saat itu. Dalam Laporan Pertanggung Jawaban JS tahun 1989 tercantum bahwa UGM adalah satu-satunya Universitas yang ada di Jawa yang belum mempunyai masjid saat itu. Maka, isu untuk terbentuknya Masjid Kampus saat itu digencarkan dari Ramadhan 1407H. Ada dua permasalahan mendasar Maskam adalah lokasi dan dana. Hingga tanggal 31 Desember 1988 telah dicapai titik terang tentang lokasi maskam yaitu di tenggara Fakultas Psikologi (Saat itu masih berupa tanah makan Cina). Tahun-tahun selanjutnya isu pembangunan Maskam semakin meluas, sehingga Rektor membuat team pembangunan Masjid yang melibatkan JS dan beberapa mahasiswa Arsitek untuk merancang sebuah fisik Masjid yang lengkap berupa fasilitasnya. Selanjutnya permasalahan Maskam ada pada lokasi yang masih berupa makam, karena selama makam masih ada disana maka pembangunan sulit untuk dilakukan. Sehingga diambil kesepakatan peletakkan batu makam tersebut di Gunung Sempu, Bamping dan Piyungan. Hingga akhirnya pada tahun 1998 dilaksanakan peletakan batu yang pertama pendiri Masjid Kampus UGM, yang pada tahun itu juga berbarengan dengan lahirnya Reformasi yang cukup monumental dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Keberhasilan pembangunan masjid kampus tersebut tidak lepas dari sehatnya sebuah Lembaga Dakwah Kampus UGM yang didalamnya, karena dalam hal ini JS berperan disana.



Setelah sholat Dhuhur acara antara Jamaah Shalahuddin dan Rohis SmA Negeri Kerjo dimulai, kegiatan bertukar pikiran tentang problematika Dakwah. Dari pertemuan itulah kami Rohis SMA Negeri Kerjo mulai mengerti tentang cara mengatasi permasalahan yang kami atasi itu.





Setelah acara itu dilanjutkan dengan kenang-kenangan Rohis SMA N Kerjo kepada Jamaah Shalahuddin yang diberikan oleh Akhi Dendi Kusuma Wardana.




Dilanjutkan foto bersama sebagai kenag-kenagan anatara Rohis Sma N Kerjo dengan Jamaah Shalahuddin di depan Maskam UGM.




Setelah acara itu dilanjutkan kunjungan Rohis Sma  N Kerjo ke pantai Parangtritis, walau ada sedikit rasa sedih perpisahan dengan Jamaah Shalahuddin, tapi yang kami yakini suatu saat nanti pasti ada anggota Rohis Sma N Kerjo yang akan meneruskan jalan Dakwah di UGM sana.
Beranjak ke Pantai Parangtritis kami tiba disana sudah disambut cuaca buruk di sana, walau begitu semangat kami belum padam.





Dari Pantai Rangtritis kami beranjak ke Malioboro dan dilanjutkan pulang. (Afwan tidak ada fotonya)
Sekian dari cerita Study Banding Rohis Sma N Kerjo,
Wasallammualaikum wr. wb

Semangat kami Rohis Sma  N Kerjo, sedikit Foto narsis dari kami :D 






Senin, 07 Juli 2014

Pandangan dan Maksiat

Pintu-Pintu Dosa Dan Maksiat




                Bagaimana Maksiat Memasuki Diri Seorang Hamba??

Kebanyakan maksiat masuk ke dalam diri seorang hamba melalui empat pintu, sebagaimana ada seorang yang pernah berkata “Siapa yang menjaga empat hal ini berarti telah menjaga agamanya, yaitu pandangan, pikiran, ucapan dan langkah”. Berikut ini adalah uraian tentang salah satu dari keempat pintu tersebut.

Pandangan

Pandangan merupakan pemandu dan utusan syahwat. Menjaga pandangan  merupakan tindakan utama dalam menjaga kemaluan. Barang siapa mengumbar pandangannya, maka ia telah menggiring dirinya kepada keinasaan.

Nabi SAW bersabda: “Janganlah kamu mengikutkan pandangan dengan pandangan berikutnya. Sebab, hanya pandangan pertama saja yang dibolehkan bagimu tidak untuk pandangan setelahnya.” (HR. Abu Dawud).

Disebutkan dalam al Musnad, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda: “Pandangan merupakan anak panah beracun dari anak-anak panah iblis. Maka, barang siapa menahan pandangannya dari kecantikan seorang wanita karena Allah, niscaya Allah akan memberikan kenikmatan dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya” (HR. Ahmad).

 Beliau Nabi SAW bersabda: “Tundukkan pandangan kalian dan jagalah kemaluan kalian” (HR. Ahmad)
Nabi SAW bersabda: “Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan-jalan”. Para Sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, itu tempat duduk-duduk kami. Kami tidak dapat meniggalkannya.” Nabi SAW bersabda: “Jika kalain harus melakukan hal itu, maka berikan kepada jalan itu haknya”. Para Sahabat bertanya: “Apakah haknya?” Nabi SAW menjawab: “Menundukkan pandangan, tidak mengganggu dan membalas salam”. (HR. Al-Bukhori)

Pandangan merupakan pangkal dari segala bencana yang menimpa manusia. Sebab, pandangan akan melahirkan getaran hati, diikuti dengan angan-angan yang membangkitkan syahwat dan keinginan yang semakin menguat dan akhirnya menjadi kebetulan tekad, hingga terjadilah perbuatan itu secara pasti, selama tidak ada penghalang yang menghalanginya. Dalam hal ini ada yang berkata: “Kesabaran dalam menundukkan pandangan masih lebih ringan daripada kesabaran dalam menanggung beban akibatnya”.

Seorang penyair berkata:

Setiap bencana berawal dari pandangan mata, sebagaimana api yang besar berasal dari percikan bara.
Berapa banyak pendangan sanggup menembus relung hati pemiliknya, seperti kekuatan anak panah yang lepas dari busurnya.

Seorang hamba, selama mengumbar pandangannnya untuk memandang selainnya, maka dia berada dalam bahaya.

Ia menyenagkan mata dengan sesuatu yang membahayakan hatinya, maka janganlah menyambut kesenangan yang akan memebawa pada bencana.

Di antara bencana yang ditimbulkan pandangan adalah penyesalan, malapetaka dan sakit hati. Tatkala seorang hamba melihat sesuatu yang ia tidak mampu meraihnya, juga tidak mampu bersabar atasnya, sesungguhnya hal ini merupakan salah satu bentuk siksaan yang paling pedih. Yaitu, (penderitaan yang menerpa) manakala kamu melihat perkara yang kamu tidak mampu bersabar atas perkara tersebut, tidak juga atas sebagiannya, bahkan kamu tidak mempunyai kemampuan sama sekali untuk meraihnya.
Seorang penyair berkata:

Setiap kali engkau mengumbar pandanganmu yang menjadi utusan hatimu, maka setiap yang kau pandang itu akan menggelisahkan hati.

Engkau melihat sesuatu yang seluruhnya tidak mampu kau dapatkan, dan atas sebagaimana pun kau tidak punya kesabaran.

Bait sya’ir diatas membutuhkan penjelasan. Maksudnya, kamu melihat sesuatu yang tidak mampu diraih sama sekali, meskipun hanya sedikit, sementara kamu juga tidak mampu bersabar atas sebagaimananya. Perkataan: laa kulluhu anta qoodirun’alaihi bermakna menadikan kemampuannya uuntuk mendapatkan sesuatu tersebut secara keseluruhan, yang berarti pula menafikkan kemampuan untuk mendapatkan setiap bagiannya.

Berapa banyak orang yang tidak menhentikan pandangan hingga terbunuh diatas pandangan-pandangan itu.
Ia bosan dengan keselamatan lalu mengumbar pandangannya, sambil berdiri di atas puing-puing sidangka rupawan.

Ia masih terus mengumbar pandangannya, hingga ia terbunuh di atas pandangan-pandangannya itu.
Menakjubkan, bahwasanya pandanga  seseorang ibarat anak panah yang jika sampai kepada sasaran (apa yang dipandangnya), akan menempati suatu tempat dalam reluang hati yang memandangnya.

Ada pula dalam sya’ir lain:

Wahai orang yang bersungguh-sungguh melontarkan panah pandangan, engkaulah korban terbunuh dari apa yang kau lontarkan, jika tidak mengenai sasaran

Wahai pengutus pandangan yang sedang mencari kesembuhan baginya, tahanlah utusanmu agar tidak datang membawa kebinasaan.

Lebih aneh lagi, pandangan itu melukai hati dengan luka yang mendalam, lalu diikat dengan luka di atas luka; tetapi luka itu tidak membuat pelakunya jera sehingga dia tetap mengulang-ulang kembali perbuatan tersebut.
Sya’ir mengenai hal ini:

Engkau selalu mengikuti pandangan demi pandangan terhadap setiap sesuatu yang elok menawan

Engkau menyangka hal itu adalah penawar luka yang kau derita, namun kenyataannya justru mendatangkan luka di atas luka.

Maka, kau sembelih matamu dengan pandangan dan tangisan, sedangkan hatimu kau jadikan sembelihan yang sebenarnya.

Ada yang berkata, “Menahan pandangan lebih ringan dibandingkan penyesalan yang terus berlangsung”.


-Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ad-Daa’ wa ad-Dawwa’-

Senin, 30 Juni 2014

Hikmah Puasa

Hikmah Puasa



Kata puasa dalam bahasa Arab adalah “Shiyom atau shaum”, keduanya merupakan bentuk masdar, yang bermakna menahan. Sedangkan secara istilah fiqh berarti menahan diri sepanjang hari dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat tertentu, menahan dari segala sesuatu yang menyebabkan batalnya puasa bagi orang islam yang berakal, sehat, dan suci dari haid dan nifas bagi seorang muslimah. Puasa Ramadhan hukumnya wajib untuk semua Muslim yang memenuhi syarat untuk melakukannya. Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan berdasarkan nash Al-Qur’an yang sifatnya qot’i dalam kajian ilmu fiqh.
Hikmah Puasa

Melatih Disiplin Waktu – untuk menghasilkan puasa yang tetap fit dan kuat di siang hari, maka tubuh memerlukan istirahat yang cukup. Hal ini membantu kita tidur lebih lama teratur demi lancarnya puasa. Bagaimana untuk makan sahur dipagi hari juga melatih kebiasaan untuk bangun lebih pagi untuk mendapatkan rejeki (makanan).

Keseimbangan Dalam Hidup – pada hakikatnya kita adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah. Namun sayang hanya karena hal duniawi seperti pekerjaan, hawa nafsu dan lain-lain kita sering melupakan kewajiban kita. Pada bulan puasa ini kita terlatih untuk kembali mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban tersebut dengan imbalan pahala yang dilipat gandakan.

Mempererat Silaturahmi – dalam Islam ada persaudaraan sesama Muslim, akan tampak jelas jika berasa di bulan Ramadhan. Orang memberikan tajil berbuka puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu Islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid.

Lebih Peduli Pada Sesama – dalam Islam ada persaudaraan sesama Muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di Masjid, memeberi ilmu Islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid.

Tahu Bahwa Ibadah Memiliki Tujuan – tujuan puasa adalah melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika tujuannya gagal maka puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi kita terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala macam amal ibadah.

Tiap Kegiatan Mulia Merupakan Ibadah – setiap langkah kaki manuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampa tidurnya orang puasa ibadah. Artinya semua dapat bernilai ibadah.

Berhati-hati Dalam berbuat – puasa Ramadhan akan sempurna dan tidak sia-sia apabila selain menahan lapar dan haus juga kita menghindari keharaman mata, telinga, perkataan dan perbuatan. Hal ini menimbulkan kemajuan positif bagi kita jika diluar bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.

Berlatih Lebih Tabah – dalam puasa di bulan Ramadhan kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalnya ada orang yang menggunjikan kita, atau mungkin meruncing pada fitnah, tetapu kita tetap sabar karena kita dalam keadaan puasa.

Melatih Hidup Sederhana – ketika waktu berbuka puasa tiba, saat minum dan makan sedikt saja kita merasakannya nikmatnya makanan yang sedikit tersebut, pikiran kita untuk makan banyak dan bermacam-macam sebetulnya hanya hawa nafsu belaka.

Melatih Untuk Bersyukur – dengan memakan hanya ada saat berbuka, kita menjadi lebih mensyukuri nikmat yang kita miliki saat tidak berpuasa. Sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih mensyukuri nikmat Allah SWT.

Selain hikmah di atas masih ada beberapa manfaat yang dapat kita amabil yaitu:
1.      Menigkatkan ketaqwaan.
2.      Menigkatkan rasa syukur atas segala nikmat Allah.

3.      Orang yang berpuasa menyibukkan hatimu dengan pikir dan zikir.

Jumat, 20 Juni 2014

Makan dan Minum Dengan Tangan Kanan!

Makan dan Minum dengan Tangan Kanan


Makan dan Minum dengan Tangan Kanan, jangan dengan tangan kiri....!!! kenapa? Karena Islam telah mengatur segala sesuatu untuk kita hidup di dunia ini, hingga yang kecil-kecil pun telah ada aturannya namun kebanyakan umat Islam melupakannya. Salah satunya adalah hukum atau adab-adab Makan dan Minum dengan Tangan Kanan yang telah Allah turunkan hukumnya melalui Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam beberapa Haditsnya sebagai berikut:

Hadits adab Makan dan Minum (01)
Dari Abdullah bin ‘Umar radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah saw bersabda: “Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika dia minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim no 2020)

Hadits adab Makan dan Minum (02)
Dari ‘Umar bin Abi Salamah radhiallahu anhu dia berkata: Dulu aku adalah anak kecil yang berada di bawah pengasuhan Rasulullah saw. Ketika makan, tanganku berpindah-pindah kesana kemari di atas piring. Maka beliau bersabda kepadaku: “Wahai nak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan maknlah yang ada di dekatmu.” (HR. Al-Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)

Hasits adab Makan dan Minum (03)
Salamah bin Al-Akwa’ radhiallahu anhu dia berkata: “Ada seseorang laki-laki yang makan di samping Rasulullah shalllallahu ‘alaihi wasallam dengan tangan kirinya. Maka Rasulullah bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Dia menjawab, “Aku tidak bisa.” Beliau bersabda, “Semoga kamu tidak bisa?” –padahal tidak ada yang mencegah dia makan dengan tangan kanan kecuali karena sombong-, setelah itu tangannya tidak bisa dia angkat ke mulitnya.” (HR. Muslim no. 2021)

Itulah beberapa hadits sebagai penguat hukum-hukum dan adab-adab Makan dan Minum dengan Tangan Kanan dalam Islam, dimana sepakat para ulama mengatakan bahwa hukum Makan dan Minum dengan Tangan Kanan adalah wajib. Sebagaimana kita lihat dalam hadits ada kalimat perintah dari nabi untuk makan dan minum dengan tangan kanan dimana hukum perintah adalah wajib. Pada hadits ketiga dapat pula kita lihat Hadits dimana seorang yang di perintahkan nabi makan dengan tangan kanan tetapi dia mengatakan “Aku Tidak Bisa”, akibat dari penentangannya terhadap nabi akibatnya ia benar-benar tidak mampu mengangkat tangannya untuk makan. Subhanallah.


Dalam hadits juga diterangkan kenapa kita dilarang makan dengan tangan kiri, karena itu termasuk perbuatan syetan dan kita sebagai umat Islam dilarang meniru perbuatan syetan. Begitulah Islam mengatur hidup kita hingga urusan kecil pun ada aturannya dan itu wajib kita jalankan sebagiamana Allah dan Rasulullah mewajibkan. Semoga kita terjauh dari hal-hal yang meninggalkan hukum-hukum Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Aamiin. 

Rabu, 04 Juni 2014

Keutamaan BASMALLAH

Keutamaan BASMALLAH



Rasulullah SAW. Bersabda: “Tiada seorang hambapun mengucapkan “BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM” kecuali Allah SWT. Perintahkan para malaikat yang bertugas mencatat amal manusia untuk mencatat dalam buku induknya empat ratus (400) kebaikan.” Subhanallah.

Basmallah sebuah kalimat yang tidak asing bagi seorang Muslim. Basmallah diucapkan ketika akan memulai setiap perkara yang bermanfaaat. Rasulullah bersabda, “Setiap perkara yang tidak dimulai dengan BISMILLAH (dalam riwayat lain: dengan mengingat Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahan-Nya.”

Dzikir kalimat Basmalah ini mengandung keutamaan, diantaranya sebagai berikut:

·         Dilindungi Allah dari gangguan Jin dan Setan.
Dan sabda Rasulullah: “Penghalang antara mata jin dan aurat Bani Adam, apabila salah seorang dari mereka melepas pakaiannya, ialah dengan membaca BISMILLAH.”
“Apabila seorang masuk ke rumahnya dan mengingat Allah (berdzikir) ketika masuknya dan ketika makan, maka setan berkata: “Tidak ada tempat istirahat dan makan malam untuk kalian.” Dan apabila ia masuk dan tidak mengingat Allah ketika masuk, maka setan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat istirahat.” Dan apabila ia tidak mengingat Allah ketika makan, maka ia berkata: “Kalian mendapatkan tempat istirahat dan makan malam.”

·         Dilindungi Allah dari gangguan orang yang bermaksud jahat.
Ketika Khalid bin Walid tertimpa kebimbangan, mereka berkata kepadanya, “Berhati-hatilah dengan racun, jangan sampai orang asing memberikan minum padamu,” maka ia berkata, “berikan kepadaku,” dan ia pun mengambil dengan tangannya dan membaca: “BISMILLAH,” lalu ia meminumnya. Maka sedikutpun tidak memberikan bahaya kepadanya.

Hadits tersebut diatas memperjelas betapa pentingnya mengucapkan BASMALLAH ketika akan memulai suatu pekerjaan sehari-hari yang bersifat positif. Setelah khasiat diatas, BASMALLAH dapat memberikan berbagai manfaat lain bagi kita.

Dan diantara khasiat “BASMALLAH” dan “LA HAU LAWALA QHU WATAILLA BILLAHI ALIYIL AZIM” maka ia dihindarkan daripada tujuh puluh musibah diluar keperihatinan, kesusahan, penyakit akal dan sulit mengingat.

Makna-makna yang terkandung dalam kalimat BASMALLAH dirangkum dalam huruf Ba nya, makna yang terkandung dalam huruf Ba adalah “Olehku telah terjadi sesuatu yang telah terjadi dan olehku akan terjadi sesuatu yang akan terjadi.”

Sebagian Ulama menambahkan, makna yang terkandung dalam huruf Ba di rangkum lagi dalam titik pada huruf Ba dan titik itu satu, menunjukkan bahwa Allah swt adalah satu, tidak ada bilangnnya.

Dan jumlah huruf BISMILLAH yang tertera adalah 19 huruf dan jumlah penjaga neraka pun sama sebanyak 19 Malaikat penjaga, sebagaimana firman Allah Swt: “Di atas neraka terdapat 19 malaikat penjaga.” (QS. Al-Mundatsir 30)

Ibnu Masud berkata, barang siapa menginatkan agar Allah melindunginya dari Malaikat Zabaniyyah sang penjaga neraka maka hendaklah sering membaca BASMLLAH, agar Allah menjadikan setiap huruf BISMILLAH sebagai benteng penghalang dari api neraka.

Diriwayatkan, bahwasanya apabila ahli sorga hendak memasuki sorga, mereka akan mengucapkan: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi Allah yang menjadikan kami harus membenarkan janji Nya, Dia yang menjadikan bumi sebagai tempat kami berpijak, agar kami mempersiapkan diri memasuki sorga dari pintu manapun kami masuk, sebaik-baiknya dari segenap alam”.

Dan apabila ahli neraka hendak memasuki neraka, mereka pada mengucapkan: “Tuhan kami tidaklah berbuat jahat kepada kami, akan tetapi kamilah yang berbuat jahat terhadap diri kami sendiri”.

Diantara faidah atau menfaat BISMILLAH adalah bahwasanya pada BISMILLAH terdapat 4 kalimat (kata), yaitu sebagai berikut: Kalimat Bismi, Kalimat Allahi, Kalimat Arrohmani, Kalimat Arrohiimi.

Dan dosa pun terbagi 4 bagian, yaitu: Dosa di waktu malam, Dosa di waktu Siang, Dosa secara sembunyi dan Dosa secara terang-terangan.

Barangsiapa membaca BISMILLAH secara tulus ikhlas maka Allah mengampuni segala dosa-dosanya, Allah Maha mengetahui segalanya.

Membaca BISMILLAH cukup dengan kalimat BISMILLAH saja namun apabila ditambah dengan Arrohman Arrohiim maka itu lebih baik. Dalam hadits riwayat Muslim Nabi Saw bersabda: “Sesungguhnya Syetan masuk pada makanan yang tidak di bacakan nama Allah pada makanan itu”.

Dalam kitab Al-Hishnil Hashim diterangkan bahwa di suatu kesempatan Baginda Nabi Saw ditanya para sahabat:

Sahabat:  Ya Rasulullah sesungguhnya kami baru saja makan akan tetap kami tidak merasa kenyang.
Rasulullah: Mungkin kamu semua makannya secara terpisah?
Sahabat: Betul, ya Rasulullah
Rasulullah: Berjamaahlah untuk makanmu dan sebutlah BISMILLAH niscaya makanmu di berkahkan.

HIKAYAT MUKJIZAT BISMILLAH
Dihikayatkan, ada Syetan gemuk bertemu Syetan kurus, kemudian di gemuk bertanya pada si kurus:

Si Syetan Gemuk hai kawan apa yang membuatmu kurus?
Si Syetan Kurus Aku bernasip sial, karena aku berada di samping manusia yang apa bila dia masuk ke rumah dia baca BISMILLAH, apabila mau makan dia baca BISMILLAH hingga aku tidak dapat menikutinya akhirnya aku menjadi kurus karenanya.
Si Syetan gemuk Sungguh aku beruntung, berada di samping manusia yang tidak tahu apa-apa dari hal demikian, amak aku dapat mengikutinya dalam makan, berpakaian, besenggama kemudian aku dapat menaiki pundaknya seperti menuggang kuda.

Yang memberi pertanda kebenaran akan hikayat tersebut adalah hadits riwayat Abu Daud da At-Turmudzi, Baginda Nabi Muhammad Saw bersabda: “Apa bila diantara kamu memulai makan maka sebutlah nama Allah apabila kamu lupa tidak menyebtnya di permulaan maka ucapkanlah”: 
BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM

Artinya “Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya”.

Sabtu, 17 Mei 2014

Keutamaan Menjawab Salam

Keutamaan Menjawab Salam



Apabila kita bertemu atau berpisah dengan sesama muslim, diwajibkan mengucapkan salam yang diajarkan dalam Islam. Yakni Assalamu’alaikum wa rohmatullahi zoa barakatuh (Semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat dan barokah kepadamu). Muhammad Rosulullah saw. Bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian bertemu dengan saudaranya, maka hendaklah dia mengucapkan salam. Jika keduanya dipisahkan oleh pohon, dinding, atau batu, lalu bertemu kembali, maka hendaklah dia mengucapkan salam lagi.” (HR. Abu Dawud dari Abu Huroiroh ra)
Oleh karena “Salam” dalam Islam ini mengandung do’a, maka tidak hanya sekedar untuk bertegur sapa, melainkan juga:
1.      Suatu ajakan bersahabat antar umat Islam.
2.      Mempererat tali ukhuwah Islamiyah karena saling mendo’akan.
3.      Menegakkan syi’ar agama Allah SWT.

Menyebarkan salam salah satu cara menggalang persatuan, dan dapat mengantarkan pelakunya ke Surga. Abu Huroiroh ra. Mengabarkan, Rosulullah saw. Bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga kalian saling mencintai. Tidakkah kalian mau aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian kerjakan akan menjadikan kalian saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

anjurkan mengucapkan salam ini tidak terbatas pada orang yang kita kenal saja. Kepada orang lain yang belum kita kenal sekaligus, asalkan dia muslim idealnya kita mengucapkan salam juga. Abdullah bin ‘Amru bin Al-“Ash ra. Menceritakan bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rosulullah saw. “Bagaimanakah Islam yang baik itu, ya Rosulullah?” Beliau makan kepada orang yang memeluknya, dan ucapkanlah salam baik kepada orang yang sudah engkau kenal maupun orang yang belum engkau kenal” (HR. Muttafaqun ‘Alaih)

Ucapan salam juga boleh kita sampaikan kepada lawan jenis, sedalipun bukan muhrim. Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Asma’ binti Yazid ra. Mengatakan: “Rosulullah saw. Pernah berjalan melewati kami dan melihat sekelompok wanita sedang duduk-duduk, maka beliau mengucapkan salam kepada kami.” (HR. Abu Dawud). Bahkan janganlah kita enggan mengucapkan salam kepada anak-anak sekalipun. Sebab mereka juga berhak mendapat penghormatan. Anas bin Malik ra. Menuturkan, Rasulullah saw. Bertemu dengan beberapa anak, lalu beliau memberi salam kepada mereka. (HR. Muslim)
Siapakah yang wajib mengucakan salam lebih dulu? Abu Huroiroh ra. Mengutarakan, Rosulullah saw. Bersabda: “Orang yang naik kendaraan memberikan salam kepada orang yang berjalan kaki, sedangkan orang yang berjalan memberikan salam kepada orang yang duduk, dan yang sedikit jumlahnya memberikan salam kepada yang lebih banyak.” (Muttafaqun ‘Alaih). Namun dalam prakteknya tidak harus demikian. Sebab adakalanya yang berkendaraan lupa untuk mengucapkan salam lebih dulu kepada yang berjalan kaki. Jadi menurut kami, siapa yang teringat anjuran menyebarkan salam, sebaiknya dialah yang mengucapkan salam lebih dulu.

Orang yang mengucapkan salam lebih dulu. Termasuk orang yang baik keislamannya. Abu Umamah Sudhiy bin ‘Ajlan Al-Bahili ra, mengatakan: “Sesungguhnya sebaik-baik manusia menurut Allah adalah orang yang memulai’ mengucapkan salam.” (HR. Abu dawud). Orang yang memberi salam lebih dulu dikatakan lebih baik, karena bisa dipastikan hatinya tidak punya prasangka apa-apa kepada orang lain. Dan salam yang dia ucapkan tentunya bertujuan untuk menjalin hubungan yang lebih baik. Orang yang mengucap salam lebih dulu lebih dicintai Allah SWT.

Ibnu Umar ra. Mengatakan, Rosulullah saw. Bersabda: “Apakah dua orang muslim bertemu lantas salah satunya memberi salam kepada yang lain, maka yang mendahului mengucapkan salam lebih dicintai Allah SWT dan wajahnya lebih berseri-seri dari temannya itu. Apabila keduanya berjabat tangan, maka Allah akan menurunkan seratus rahmat kepada keduanya,  (dengan ketentuan) bagi yang memulainya mendapat 90 rahmat dan yang diajak berjabat tangan mendapat 10 rahmat.” (HR. Tirmidzi)

Semakin lengkap kalimat salam yang kita ucapkan, semakin besar ppahalanya. Imron bin Husein ra. Mengisahkan, ada seorang lelaki datang kepada Rosulullah saw. Dengan mengucap, “Assalamu’alaikum.” Setelah menjawab, beliau bersabda: “Sepuluh.” Kemudian datang lagi orang lainnya dengan mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum m rohmatullaahi.” Sesudah menjawabnya, Rasulullah saw. Berkata, “Dua puluh.” Selang beberapa waktu kemudian, datang orang yang lain lagi seraya mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum wa rohmatullaahi m barokatuh.” Setelah menjawabnya, Rosulullah saw berkomentar, “Tiga puluh.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Hadits ini menegaskan kepada kita, bahwa setiap perbuatan baik seperti mengucapkan salam, selalu ada pahalanya. Besar, kecilnya pahala yang kita peroleh, tergantung dari seberapa sempurna kita mngerjakannya. Jadi semakin lengkap salam yang kita ucapkan, semakin besar pahala yang kita peroleh.

Orang yang mendapat ucapan salam, juga wajib menjawabnya. Apabila orang yang diberi salam itu sendiri, maka ia harus langsung menjawabnya. Jika yang diberi salam itu banyak, kewajiban menjawabnya adalah fardhu kifayah. Yakni cukuplah salah seorang atau bebrapa orang di antara mereka yang menjawabnya. Ali ra. Menuturkan, Rosulullah saw. Bersabda: “Apabila ada sejumlah jamaah lewat, cukuplah salah seorang di antara mereka yang memberi salam. Demikian juga orang-orang yang diberi salam, cukup salah seorang di antaranya yang menjawabnya.” (HR. Abu Dawud)

Dalam menjawab salam juga disunahkan secara lengkap. Kemudian menjawab salam secara lengkap ditegaskan juga oleh Allah SWT. “Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatannya itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memeperhatikan segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’: 86)
Kini sudah saatnya kita menyebarkan salam sebagaimana yang dianjurkan oleh panutan kita Muhammad Rosulullah saw. Bukankah melaksanakan sunnahnya memperoleh imbalan pahala? Jadi mari kita membiasakan mengucapkan salam mulai dari sekarang. Setidaknya dalam keluarga kita sendiri, ketika mau berangkat dan mau masuk rumah. Anas bin Malik ra. Memberitahukan, Rosulullah saw. Pernah bersabda kepadanya: “Wahai anakku, jika kamu masuk ke keluargamu, maka ucapkanlah salam, niscaya akan menjadi berkah bagi kamu dan keluargamu.” (HR. Tirmidzi) sebab kebiasaan baik ini jika diikuti oleh anak-anak, mendatangkan pahala bagi kita.

Sabtu, 10 Mei 2014

IstiQomah itu Mahal dan Hidayah Jauh lebih Mahal

IstiQomah itu Mahal dan Hidayah Jauh lebih Mahal


IstiQomah itu Mahal dan Hidayah Jauh lebih Mahal...

Menjadi baik itu susah dan tetap bertahan dalam kebaikan jauh lebih susah...

Tidak setiap mereka yang (tampak) baik, Berakhir dengan Khusnul Khotimah

Begitu juga setiap mereka yang (tampak) buruk, Berakhir dengan  su’sl Khotimah...

Semoga Allah selalu menetapkan hati ini dengan Iman, Islam dan KeistiQomahan! Aamiin...

Sahabat Rohis, tau gak, kalo sebenarnya mayoritas orang di Indonesia ini  beragama Islam? Pasti udah tau semua kan... Tapi, apakah mereka semua benar-benar memeluk Islam ini dengan setulus hati? Kenyatannya sekarang nih, banyak orang-orang yang mengaku beragama Islam, tapi justru Islamnya malah digunakan untuk hal-hal yang buruk atau negative. Misal nih, sekarang banyak terjadi pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, dan lain-lain. Sahabat Misbah tau gak sih siapa pelakunya? Ternyata mayoritas pelakunya adalah orang-orang muslim. Berarti mereka semua itu Islamnya tidak benar-benar Islam, atau biasa kita sebut dengan Islam KTP. Apa kita gak malu kalau agama kita digunakan untuk hal-hal yang justru bertentangan dengan ajaran Islam. Tentu kita tidak menginginkannya. So, gimana sih caranya biar kita bisa beristiqomah dalam memeluk agama Islam yang kita cintai ini? Penasaran ya? Ini dia kiat-kiatnya :

1.       Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan benar.
2.       Meluruskan niat dalam beraktivitas karena Allah SWT, bukan karena ingin dilihat orang lain.
3.       Konsekuen dalam menjalankan syari’at Allah SWT.
4.       Jauhilah perbuatan maksiat dan dosa karena hal tersebut dapat mengantarkan kita kepada kekufuran.
5.       Membaca kisah-kisah orang-orang shalih untuk mengambil teladan dan pelajaran dari pelajaran hidupnya.
6.       Selalu waspada terhadap tipu daya setan, karena setan tidak ingin menusia menuju jalan yang lurus. Mereka ingin menjerumuskan kita ke jalan yang menyesatkan dan tidak diridhoi Allah SWT.
7.       Jangan lupa belajar mengenal ajaran Islam di manapun, kapanpun, dan dari manapun hingga akhir hayat.
8.       Ber’doa memohon keistiqomahan dalam berislam kepada Allah SWT.


Ingat ya, sahabat Rohis.... Allah selalu membolak-balikan hati manusia. Kadang Allah menjadikan kita seorang yang berpikiran buruk, kadang Allah menjadikan kita seorang yang mulia di sisi-Nya. Namun, dibalik semua itu, pasti ada hikmah yang dapat kita ambil. Oleh karena itu, tetap istiQomahlah dalam berIslam. Semoga dengan kiat-kiat diatas, kita semua bisa beristiQomah dalam memeluk agama yang paling diridhoi Allah, yaitu agama islam. Aamiin dan yang penting lagi, tetap let’s go Spirit!!

Mabit Akbar Rohis SMA/SMK Se-Kabupaten Karanganyar Rohis Sma N Kerjo

Mabit Akbar Rohis SMA/SMK Se-Kabupaten Karanganyar




KERJO- Forum antar Rohis (Farohis) Karanganyar bekerja sama dengan Rohis SMAN Kerjo mengadakan acara Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) akbar, Sabtu-Ahad, 3- 4 Mei 2014, di lingkungan SMAN Kerjo, Karanganyar. Acara tersebut mengambil tema “Be Religious and Smart Generation” berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 110 peserta putra maupun putri dari 9 SMA/SMK se-Kabupaten Karanganyar. Antara lain SMKN 1 Karanganyar, SMKN 2 Karanganyar, SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar, SMAN 1 Karanganyar, SMAN Karangpandan, SMAN Kebakkramat, SMAN Jumapolo, SMAN Mojogedang, dan SMAN Kerjo sebagai tuan rumah.

Farohis Karanganyar yang merupakan organisasi dibawah naungan Lembaga Peduli Pemuda dan Remaja (LP2R) Karanganyar. Organisasi yang juga berperan sebagai wadah hubungan antar Rohis SMA/SMK Se-Kabupaten Karanganyar tersebut bertujuan untuk merekatkan ukhuwah islamiyah Rohis antar sekolah, salah satunya melalui acara Mabit tersebut.

Ketua panitia acara Mabit, Bagus Riyadi, dalam sambutannya mengharapkan acara mabit kali ini dapat menjadi sebuah awal yang baik bagi hubungan kerjasama Rohis antar sekolah se-Kabupaten Karanganyar serta mempererat ukhuwah islamiyah antar anggota Rohis di Kabupaten Karanganyar di tengah hingar bingar pergaulan bebas remaja saat ini.

Hari PerTama 3 Mei

Acara dimulai pukul 15.30 WIB, sebelum acara dimulai diawala dengan absensi oleh peserta Mabit..




Setelah itu acar dimulai dengan pembukaan, yang menjadi MC kali ini adalah akhi Muhammad Dicky Pratama.




Acara ini sendiri dihadiri oleh pembina Rohis SmaNKerjo Drs. Jupri dan pembina FAROHIS KARANGANYAR.


Acara yang pertama yaitu Tilawah’tul Al-Qur’an oleh Ukhti Galuh Sekar.







Dilanjutkan sambutan oleh ketua Panitia Mabit akhi Bagus Riyadi.




Kemudian sambutan dari Pembina Rohis SmaNKerjo Drs. Jupri




Kemudian kegiatan Mabit dimulai dengan pemberian kartu peserta oleh Drs. Jupri kepada perwakilan peserta Mabit.



Setelah itu menginjak acara yang pertama yaitu Game yang dibawakan oleh akhi Muhammad Dicky Pratama. Game kali ini adalah game ikuti pemimpin dimana bila akh Dicky menyebutkan suati hal peseta harus mengikutinya.





Diselal-sela Game juga di isi dengan pengakrappan peserta Mabit dengan perkenalan




Setelah Game acara dilanjutkan dengan materi. Yang berisi tentang seorang pemuda Islam yang baik.
Setelah sholat maghrib acara dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an oleh peserta Mabit. Sampai sholat Is’ya.






Setelah itu dilanjutkan dengan makan malam oleh peserta.




Setelah acara makan malam selesai acara dilajutkan dengan materi oleh KARISMANKER (kesatuan Alumni Rohis Sma Negeri Kerjo) yang mengisi adalah akh Pundat. Materi kali ini tentang anak Rohis.




Setelah itu acara dilanjutkan dengan acara dari LP2R yang berisi cerita-cerita  dari Rohis Se-Karanganyar yang ikut Mabit kali ini. Dan yang lebih sepesial lagi LP2R siap memfasilitasi setiap kegiatan Rohis yang dilaksanakkan. Alhamdulillah





Acara dari LP2R tadi menjadi penutup acara di hari pertama ini. Acara selanjutnya yaitu Tidur..
Tepat pukul 03.00 malam ada acara renungan malam baik yang ikhwan maupun yang akhwat.. no Documentasi

Hari KeDua 4 Mei

Dihari kedua ini diawali dengan Sholat Subuh setelah itu. Membaca Al-Qur’an secara bersama-sama.




Setelah itu istirahat, ganti pakean OR untuk Outbond. Tapi sebelum outbond diisi dengan makan bersama.
Untuk outbond kali ini yang ikhwan dan yang akhwat akan melalui 5 post. Dan antara yang ikhwan dan yang akhwatpun dipisah dalam jalurnya.
Suasana area outbond ikhwan.





















Sedang suasana outbond akhwat.











Setelah outbond dilanjutkan dengan istirahat.
Setelah itu menginjak acara penutup.
Yang diawali dengan Tilawah’tul Al-Qur’an oleh ukh Galuh


Setelah itu sepatah kata dari ketua panitia Mabit Bagus Riyadi.



Kemudian dilanjutkan sepatah kata dari perwakilan Rohis SmaN Kerjo bp. Muhammad Taufik Qodri.



Setelah itu penguatan walau kita berbeda-beda Rohis tapi semangat kita sama yaitu menegakkan ajaran tauhid Islam.











Tujuan Mabit

Tujuan mabit ini sendiri aalah pengakrabpan Rohis se-Karanganyar, dari tujuan itupun tercapai dengan kebersamaan yang mucul..